Ahok Kalah, Aqil Siradj Wajib Mundur Dari Ketum PBNU

KONFRONTASI -  Sikap tidak bijak Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang mendukung terdakwa penista agama di putaran kedua Pilgub DKI perlu mendapat evaluasi serius dari internal organisasi dan warga NU.

Sebab selain mencoreng kehormatan NU, dukungan dan pembelaan nekat Aqil Siradj kepada Basuki Tjahaja Purnama, juga telah menimbulkan perpecahan di umat Islam.

Demikian pandangan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu sore (19/4).

"Aqil Siradj harus bertanggungjawab dengan segala manuver politik pragmatis yang telah membuat jutaa umat Islam terluka. Bahkan perlu mempercepat agar dirinya turun dari jabatan Ketum PBNU," kata Faizal menyarankan.

Pelanggaran serius yang dilakukan oleh Aqil, sebut Faizal, adalah berbagai pernyataannya yang acap kali menyiram luka dihati umat. Bahkan bertindak menjadi motor penggerak bagi PPP dan PKB, partai berbasis massa Islam, untuk mendukung Ahok.

"Sikap Aqil Siradj tidak bisa dibiarkan, sebab tindakan membala penista agama telah menimbulkan daya rusak yang serius bagi persatuan umat Islam di Pilgub DKI Jakarta," imbuh Faizal.

Menurut dia, NU sebagai organisasi Islam terbesar di Tanah Air perlu diselamatkan.

"Para Kiai, ulama dan pengurus NU harus mengambil langkah-langkah tegas untuk menyelamatkan NU dari kepemimpinan Aqil Sirad. Termasuk meminta yang bersangkutan untuk bersikap transparan atas munculnya tudingan mahar politik dalam membela Ahok," tukas dia.(Juft/Rmol)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/ahok-kalah-aqil-siradj-wajib-mundur-dari-ketum-pbnu
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: