,

    “Israel” akan membangun 25.000 unit pemukiman ilegal baru di Yerusalem

    PALESTINA (Arrahmah.com) – Selama dua tahun, pemerintah “Israel” telah merencanakan untuk membangun 25.000 unit pemukiman baru di Yerusalem, ungkap seorang menteri “Israel” yang mengetahui rencana tersebut pada Kamis (27/4/2014).

    Menteri Perumahan “Israel” Yoav Galant mengatakan kepada Channel 2 “Israel” pada hari Kamis bahwa kementeriannya telah membahas rencana tersebut dengan Yahudi kota Yerusalem selama dua tahun, lansir MEMO.

    Dia menyatakan bahwa 10.000 unit pemukiman dari 25.000 akan dibangun di Yerusalem Barat, bagian dari kota suci yang diduduki pada tahun 1948, dan 15.000 akan dibangun di Yerusalem Timur, bagian dari kota suci yang diduduki pada tahun 1967 dan yang diharapkan Otoritas Palestina harap untuk menjadi ibu kota Negara Palestina.

    Kemarin, Galant mengulangi komentarnya melalui radio “Israel” saat dia berkata:

    Kami akan membangun 10.000 unit di [Barat] Yerusalem dan sekitar 15.000 di batas kota Yerusalem [Yerusalem Timur].

    Dia mengatakan, “Itu akan tetap dibangun,” menekankan bahwa proyek permukiman ini, yang direncanakan hanya menampung orang Yahudi, akan dilanjutkan walau ada tekanan dari Palestina atau internasional.

    Berbicara kepada Channel 2, Galant mengatakan bahwa proyek ini akan diumumkan secara resmi pada kunjungan Presiden AS Donald Trump ke “Israel” pada akhir bulan ini.

    Trump mengunjungi “Israel” pada peringatan 50 tahun pendudukan “Israel” di Yerusalem Timur, yang dianeksasi “Israel” pada awal 1980an. Masyarakat internasional tidak mengakui aneksasi ini.

    Galant mengatakan bahwa proyek ini bernilai empat miliar shekel ($ 1,1 miliar). (banan/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/04/29/israel-akan-membangun-25-000-unit-pemukiman-ilegal-baru-di-yerusalem/
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET – Mati syahid di jalan Allah adalah dambaan setiap mujahid  fi sabilillah juga cita-cita tertinggi setiap muslim  yang jujur dengan keimanannya. Karena tidak semua muslim  di dunia ini bangga dengan keislamannya, justru bangga  dengan hal lain yang merusak keimanannya.

    Mati syahid di medan jihad menjadi dambaan karena didalamnya tersimpan keutamaan yang besar. Dalam sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan

    حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنِي بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يَغْفِرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

    “Orang yg mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari ketakutan yg besar, dihiasi dgn perhiasan iman, dikawinkan dgn bidadari & dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya.” [HR. Ibnu Majah No.2789]

    Untuk mendapatkan kesyahidan di medan laga, seorang mujahid harus rela meninggalkan semua yang berbau dunia. Meninggalkan semua harta benda,keluarga, kerabat dan sanak saudara untuk melakukan amalan yang keutamaannya tidak bisa disandingkan dengan amalan yang lain.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang (pahalanya) sebanding dengan Jihad fi Sabilillah?” Beliau menjawab, “Kalian tidak akan sanggup mengerjakannya.”

    Mereka (para sahabat) mengulangi pertanyaan tersebut dua atau tiga kali, dan jawaban beliau atas setiap pertanyaan itu sama, “Kalian tidak akan sanggup mengerjakannya.” Kemudian setelah yang ketiga beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

    مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى

    “Perumpamaan seorang mujahid Fi Sabilillah adalah seperti orang yang berpuasa yang mendirikan shalat lagi lama membaca ayat-ayat Allah. Dan dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga seorang mujahid fi sabilillah Ta’ala pulang.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Maka, sungguh sangat beruntung bagi insan yang diberi kesempatan Allah berjihad. Karena ia diberi kesempatan untuk mereguk pahala besar dari amalan yang paling tinggi. Sungguhlah sangat mulia bagi insan yang mampu berjihad di jalan-Nya. Karena ketika ia mati syahid, maka keutamaan yang luar biasa akan diraihnya.

    Namun, ada suatu keadaan dimana jihad tidak mengantarkannya pada derajat syuhada. Secara dhahir memang ia gugur di medan juang di barisan mujahidin. Tetapi, status mati syahid hanya ia dapatkan dari apa yang terlihat semata. Di akhirat, dirinya akan dilemparkan ke neraka yang menyala-nyala.

    The post “Mati Syahid”, Namun Masuk Neraka appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/04/29/mati-syahid-namun-masuk-neraka/
    via IFTTT

    ,


    [PORTAL-ISLAM]  Setelah mendapat reaksi keras netizen, akhirnya seperti para pendukung Ahok yang lain, Nathan P. Suwanto pun meminta maaf.
    Selain meminta maaf secara resmi melalui linimasa twitter pada akun @NathanSuwanto, Nathan juga meminta maaf secara personal kepada Buni Yani.
    Nathan yang sebelumnya sempat mengancam akan membunuh sejumlah tokoh Islam seperti Habib Rizieq Shihab, Fahira Idris, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Buni Yani, akhirnya menyerah dan meminta maaf.

    Menanggapi hal tersebut, netizen bereaksi keras dan meminta Buni Yani untuk melanjutkan ulah Nathan ke pihak berwajib.



    from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/04/buni-yani-nathan-suwanto-yang-mengancam.html
    via IFTTT

    ,

    Acara Istighosah pimpinan Nuril Arifin diedit menjadi versi Naruto oleh netizen (sumber FB)
    Sebuah acara istighosah yang dipimpin tokoh Gusdurian, Nuril Arifin, membuat netizen Muslim terperangah.

    Pasalnya, para peserta yang semuanya laki-laki bertelanjang dada dan di punggung mereka dicoreti spidol berisi rajah tertentu.

    Video yang diunggah FP Kongkow Bareng Gusdur menjelaskan ritual tersebut sebagai 'Wifiq', atau tulisan atau rapalan dengan klaim akan mendatangkan keajaiban/kesaktian tertentu bagi penerimanya, seperti kebal senjata.

    Nuril Arifin memimpin ritual yang dianggap aneh netizen
    Coretan di punggung peserta bahkan dianggap mirip dengan segel di tubuh Naruto, tokoh komik buatan Jepang.

    Mereka keheranan dengan ritual yang dianggap tak ada kaitannya dengan ajaran Islam.

    "Sebagai laskar kotak kotak militan apakah mbah Nuril ini sedang melakukan ritual segel ghaib dalam praktek Kuchiyose No Jutsu untuk memanggil siluman kecebong super ataukah memanggil finding Nemo? Ataukah mau mensummon Finding Dory?", tulis seorang netizen berakun Ardha Topan, mencaption gambar Nuril dan muridnya.

    "Sesat dan menyesatkan.. Adakah ajaran Nabi (Muhammad) seperti ini?", tulis netizen lain.

    "Makanya kalo belajar agama panduannya dengan Al-Qur'an & Hadist jangan panduannya dengan para syetan-syetan seperti ini.....jadinya kesyetanan semua yang hadir", kritik netizen berinisial ARW.

    Dalam videonya, Nuril memerintahkan pengikutnya melakukan sejumlah gerakan. Seperti menoleh ke kiri dan kanan, hingga mengangkat tangan.

    "Dan jagalah punggung mereka dengan malaikat Mikhail..", ujar Nuril dalam rapalan doanya sambil menginstruksikan gerakan tertentu pada para pengikutnya.

    Dalam ucapannya, ia berharap para muridnya ini dilindungi dari "bahaya senjata tajam dan senjata tumpul".

    from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/04/heboh-istighosah-naruto-ala-nuril-arifin.html
    via IFTTT

    , ,

    Khutbah Pertama:

    الحمد لله رب العالمين، أمر بالصدق والإخلاص ونهى عن الشرك والنفاق وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين، وأشهد أن محمد عبده ورسوله الصادق الأمين صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وسلم تسليما كثيرا أما بعد أيها الناس:

    ibadallah,

    Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

    “Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” [Quran At-Taubah:119].

    Karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus seorang Rasul dengan petunjuk dan agama yang benar kepada seluruh manusia. Rasul tersebut memberikan kabar gembira dan peringatan. Ia juga berdakwah dan berjihad di jalan Allah. Berimanlah beberapa gelintir orang di awal dakwahnya. Kemudian semakin banyak dan sekamin banyak. Tapi, orang-orang musyrik di Mekah berusaha menghalangi mereka. Mereka membuat gangguan, intimidasi, dan siksaan. Kecuali mereka yang memiliki kabilah kuat yang melindungi.

    Semakin hari, semakin keras gangguan mereka terhadap umat Islam. Demikian juga terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena demikianlah orang-orang kafir mereka menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka menghalangi manusia dari agama Allah ‘Azza wa Jalla. Pada saat itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan para sahabatnya untuk berhijrah ke Habasyah. Karena di Habasyah terdapat seorang raja yang adil. Yang tidak menzhalimi seorang pun yang ada di wilayahnya.

    Para sahabat pun hijrah ke Habasyah. Dan tinggal di sana. Mereka tinggal dan bebas menjalankan praktik agama tanpa mengalami gangguan dari orang-orang kafir. Kemudian sampai kabar kepada mereka bahwa penduduk Mekah telah memeluk Islam. Mereka pun kembali ke Mekah. Tapi, realita yang mereka saksikan malah lebih parah dari sebelumnya. Kabar yang mereka terima ternyata keliru. Mereka pun kembali lagi ke Habasyah untuk kali yang kedua.

    Kemudian semakin beratlah intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin. Mereka khawatir umat Islam lainnya akan menyusul hijrah ke Habasyah. Pada saat itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan kaum muslimin hijrah ke Madinah. Dan pada saat itu jamaah kaum Anshar telah memeluk Islam. Penduduk Madinah ini telah bersumpah setia -di Baiat Aqabah- kepada Rasulullah untuk menyediakan Yatsrib sebagai negeri baru untuk Rasulullah dan kaum muhajirin.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Madinah menuju saudara-saudara mereka kaum Anshar. Sampai akhirnya, tersisa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terakhir berhijrah. Beliau berdoa kepada Allah mengadukan perihal kerasnya gangguan kaum musyrikin. Allah pun mengizinkan beliau untuk berhijrah menyusul para sahabatnya.

    Keadaan pun semakin genting. Mereka bermusyawarah untuk membunuh Rasulullah.

    وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا

    “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu.” [Quran Al-Anfal: 30].

    Mereka membuat makar terhadap Rasulullah. Rencana mereka adalah melakukan salah satu dari tiga hal kepada Rasulullah. Pertama, menahannya hingga wafat. Kedua, mengasingkannya dari Mekah. Dan ketiga, membunuhnya. Dan mereka sepakat pada pilihan yang ketiga.

    Orang-orang Mekah mengepung rumah Nabi dengan menghunus pedang dan senjata lainnya. Mereka menunggu nabi keluar rumah. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan beliau akan keadaan genting ini. Akhirnya, nabi keluar dari rumahnya sementara mereka tidak sadar dengan kehadiran beliau.

    Beliau keluar bersama sahabatnya, Abu Bakar menuju Gua Tsur. Keduanya bersembunyi di dalamnya. Sampai orang-orang musyrik pun merasa putus asa untuk menangkap keduanya. Setelah keluar dari Gua Tsur, Abu Bakar menyewa dua hewan tunggangan. Dan keduanya pun mengendarainya menuju Madinah. Dengan nikmat Allah, keduanya sampai dengan selamat.

    Kemudian, Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah. Saat itu Islam telah kokoh di Madinah dan para sahabat pun telah banyak dan kuat. Hingga saat ini, tidak ada orang kafir yang berkamuflase sebagai seorang muslim. Yang kufur tetap kufur. Tidak ada yang berpura-pura memeluk Islam untuk “bermain aman”. Sampai akhirnya, muncullah orang-orang yang di hatinya tetap dalam kekufuran namun secara zahir menampakkan keislaman. Sehingga masyarakat saat itu terbagi menjadi tiga golongan:

    Pertama: orang-orang yang murni kafir. Yang secara zahir dan batin kafir.

    Kedua: orang-orang yang murni beriman. Yang secara zahir dan batin beriman.

    Ketiga: orang-orang yang beriman secara zahir, tapi dalam batinnya kafir. Orang-orang inilah yang disebut munafik.

    Orang-orang munafik ini selalu menyebarkan keburukan di tengah-tengah kaum muslimin. Mereka memata-matai umat Islam. Hidup bersama kaum muslimin. Dan jumlah mereka lebih banyak lagi setelah terjadi kemenangan kaum muslimin di Perang Badar. Perang dimana Allah memberi pertolongan kepada umat Islam atas kafir Quraisy. Sehingga tokoh-tokoh mereka tewas di Badar.

    Orang-orang yang mencari aman ini pun memeluk Islam. Zahir mereka Islam, tapi batin mereka kufur. Mereka merendahkan dan menyakiti kaum muslimin dengan cara yang tidak disadari. Karena itu, Allah turunkan firman-Nya yang menjelaskan tentang mereka di awal surat Al-Baqarah. Dalam surat ini, Allah menjelaskan tentang orang-orang beriman, tentang orang-orang yang kafir, dan tentang orang-orang munafik. Di awal surat terdapat empat ayat yang menjelaskan tentang orang-orang beriman:

    الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاة وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ* وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ* أُوْلَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

    “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” [Quran Al-Baqarah: 2-5].

    Tentang orang-orang kafir, Allah Ta’ala turunkan firman-Nya:

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ* خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” [Quran Al-Baqarah:6-7].

    Dan Allah menurunkan juga firman-Nya tentang orang-orang munafik. Dengan jumlah ayat yang lebih banyak. Ada belasan ayat yang Allah turunkan tentang orang-orang munafik. Dari ayat:

    وَمِنْ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ* يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

    Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” [Quran Al-Baqarah: 8-9].

    sampai firman-Nya:

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” [Quran Al-Baqarah: 21].

    Oleh karena itu, orang-orang munafik itu lebih buruk. Dan kejahatan mereka lebih jahat dari orang-orang yang memang benar-benar kafir. Karena orang-orang beriman mengenal orang-orang kafir. Mereka mewaspadai makar-makar orang-orang kafir. Adapun orang-orang munafik sulit. Karena mereka menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran mereka di tengah-tengah kaum muslimin. Dalam keadaan itu mereka terus-menerus menebarkan bahaya. Mereka menampilkan penampilan yang menarik. Dan kalimat-kalimat fasih keluar dari lisan mereka.

    وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمْ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

    “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” [Quran Al-Munafiqun: 4].
    Tentang orang-orang munafik ini, Allah jelaskan dalam banyak ayat. Bahkan sampai-sampai Allah turunkan satu surat khusus yang menjelaskan tentang mereka . Yaitu surat Al-Munafiqun. Tentu hal ni menunjukkan betapa seriusnya bahaya mereka terhadap kaum muslimin.

    Orang-orang munafik ini memiliki ciri-ciri tertentu. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. رواه البخاري ومسلم

    “Tanda-tanda orang munafik ada tiga : Apabila berbicara, ia dusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila diberi amanat, ia berkhianat.” [HR. Bukhari dan Muslim].

    Inilah sifat kemanfikan yang tampak. Yang bisa diketahui dan dipahami. Mereka tidak jujur kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Mereka tidak jujur kepada manusia. Wajib mewaspadai mereka dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Dan betapa banyak jumlah mereka di zaman sekarang ini. Mereka hidup di tengah-tengah kaum muslimin. Dan mereka juga dari keturunan kita kaum muslimin. Mereka menghembuskan keragu-raguan, syubhat, kejahatan. Dan mereka sering menggembar-gemborkan sekulerisme.

    Tentu mereka tidak terus terang dalam kemunafikan itu. Karena mereka mengaku Islam. Waspadailah keburukan mereka.

    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمْ الْفَاسِقُونَ

    “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” [Quran At-Taubah: 67].

    Inilah di antara sifat buruk mereka.

    Sifat-sifat zahir mereka di antaranya adalah suka mengakhirkan shalat dari waktunya. Tidak turut serta dalam shalat jamaah awal waktu di masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    أَثْقَلُ الصَّلاَةِ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ الْعِشَاءَ

    “Shalat paling berat atas kaum munafikin ialah shalat ‘Isya’ dan shalat Subuh. Seandainya mereka mengetahui keutamaan pada kedua shalat itu, niscaya mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak. Demi Dzat, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka akan memperoleh tulang (dari kambing) yang gemuk atau daging yang terletak diantara dua kuku yang bagus, niscaya ia akan mendatangi shalat Isya` (karena tujuan itu).”

    Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

    وَلا يَأْتُونَ الصَّلاةَ إِلاَّ وَهُمْ كُسَالَى وَلا يُنفِقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ

    “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” [Quran At-Taubah: 54].

    وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ قَلِيلاً* مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لا إِلَى هَؤُلاءِ وَلا إِلَى هَؤُلاءِ

    “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir).” [Quran An-Nisa:142-143].

    Maksudnya, mereka tidak berada dalam kelompok orang-orang beriman. Bahkan tidak pula setia sesama mereka. Allah Ta’ala berfirman,

    وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

    “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.” [Quran Al-Baqarah: 14].

    Mereka mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, dan kaum muslimin. Mereka sangka mereka telah menipu Allah Jalla wa Ala.

    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” [Quran An-Nisa: 142].

    inilah sifat-sifat orang-orang munafik. Bagi siapa yang kagum dengan orang-orang yang berpenampilan demikian, janganlah dia sampai tertipu. Waspadailah mereka. Karena mereka sangat berbahaya. Dengan demikian, wajar jika Allah mengancam mereka dengan siksa yang keras. Lebih keras dibanding orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman,

    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنْ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” [Quran An-Nisa: 145]

    siksaan yang diterima orang-orang munafik di akhirat lebih keras daripada penyembah patung dan orang-orang musyrik. Karena bahaya mereka lebih besar dari keduanya. Mereka berada di keraknya neraka. Semoga Allah melindungi kita.

    يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا

    “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman.”

    Sehingga, Allah jadikan mereka:

    فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنْ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِي

    “pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”

    Ibadallah,

    Bertakwalah kepada Allah dan waspadailah kemunafikan dan orang-orang munafik. Jauhilah sifat-sifat orang munafik. Yaitu apabila berucap berdusta. Mereka bahagia dan bangga dengan kedustaan terhadap kaum muslimin itu. Jika berjanji mereka menyelisihi. Janji mereka tidak bisa dipegang. Karena tidak ada keimanan pada mereka. Apabila berselisih mereka memusuhi. Dan sifa-sifat lainnya dari sifat-sifat orang-orang munafik. Waspadailah mereka.

    أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

    “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” [Quran At-Taubah: 119].

    Khutbah Kedua:

    الحمد لله على فضله وإحسانه، وأشكرهُ على توفيقهِ وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابهِ وسلم تسليماً كثيرا، أما بعد:

    أيُّها الناس، اتقوا الله تعالى

    Ibadallah,

    Ketauhilah bahwa seorang muslim tidak akan terjatuh pada kemunafikan besar (nifaq akbar). Hanya orang-orang kafir saja yang jatuh pada nifaq akbar. Orang-orang beriman, seandainya memiliki sifat munafik, maka mereka hanya jatuh pada kemunafikan kecil (nifaq ash-ghar).

    Oleh karena itu, para sahabat sangat takut kalau mereka jatuh pada kemunafikan kecil. Mereka bertanya kepada Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu ‘anhu. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadanya nama-nama dan sifat-sifat orang munafik.

    Atas nama Allah, mereka bertanya kepada Hudzaifah adakah nama mereka termasuk daftar orang-orang munafik yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara orang yang bertanya tersebut adalah Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Umar bertanya apakah ia termasuk orang munafik? Yakni nifaq ash-ghar. Seperti seorang bersedekah, tapi tidak diniatkan untuk Allah. Niatnya hanya ingin mendapat pujian. Atau seseorang yang memanjangkan bacaan shalat. Bukan menginginkan pahala. Tapi yang diinginkan adalah pujian dan dilihat orang.

    Inilah kemunafikan kecil. Tentu saja sangat sedikit orang yang bisa terbebas dari dusta, menyelisihi janji, dan memenuhi amanah. Namun kita wajib berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat-sifat kemunafikan ini. Jika kita tidak berusaha melakukannya, khawatir kita akan jatuh kepada kemunafikan besar, nifaq akbar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقاً خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا، إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ.

    “Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas.” (HR. al-Bukhari, Muslim, dan selain keduanya).

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga kita dari kemunafikan dan orang-orang munafik, dari kekufuran dan orang-orang kafir.

    واعلموا أنَّ خير الحديث كتاب الله، وخير الهديَّ هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمور مُحدثاتها، وكل بدعة ضلالة، وعليكم بالجماعة، فإنَّ يد الله على الجماعة، ومن شذَّ شذَّ في النار.

    (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم على عبدِك ورسولِك نبيَّنا محمد، وارضَ اللَّهُمَّ عن خُلفائِه الراشدين، الأئمةِ المهديين، أبي بكرَ، وعمرَ، وعثمانَ، وعليٍّ، وعَن الصحابةِ أجمعين، وعن التابعين، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يومِ الدين.

    اللَّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، واجعل هذا البلد آمناً مستقرا وسائر بلاد المسلمين عامةً يا ربَّ العالمين، اللَّهُمَّ احفظ علينا أمننا وايماننا واستقرارنا في أوطاننا، وآمنا في دورنا وأصلح ولاة أمورنا، اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا يا أرحم الراحمين، اللهم كف عنا بأس الذين كفروا فأنت أشد بأسا وأشد تنكيلا، اللهم احفظ هذه البلاد، اللهم احفظ هذه البلاد، اللهم احفظ هذه البلاد، آمنة مستقرة واحفظ بلاد المسلمين يا رب العالمين، اللهم اصلح ولاة أمورنا واجعلهم هداة مهتدين غير ضالين ولا مضلين، اللهم أصلح بطانتهم وابعد عنهم بطانة السوء والمفسدين (رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ)، اللهم إننا نعوذ بك من الفتن والشرور ما ظهر منها وما بطن، اللهم احمنا واحفظنا بالإسلام، اللهم احمنا واحفظنا بالإسلام، وأدم علينا الأمن والإيمان برحمتك يا أرحم الراحمين، اللهم خلص بلاد المسلمين، اللهم خلص بلاد المسلمين، اللهم خلص المسلمين من أذى الكفار وشر الكفار، اللهم خلص بلاد المسلمين عاجلا غير آجل، اللهم أنزل بالكفار وأعدائك أعداء الدين، أنزل بهم بأسك الذي لا يرد عن القوم المجرمين، عاجلا غير آجل، اللهم أرنا فيهم عجائب قدرتك، اللهم أرنا فيهم عجائب قدرتك، اللهم أرنا فيهم عجائب قدرتك.

    عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فاذكروا الله يذكركم، واشكُروه على نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ اللهِ أكبرَ، واللهُ يعلمُ ما تصنعون.

    Oleh tim KhotbahJumat.com
    Artikel www.KhotbahJumat.com



    from Khotbah Jumat https://khotbahjumat.com/4617-orang-orang-munafik-menyimpan-benci-besar-terhadap-islam.html
    via IFTTT

    ,

    IRAK (Arrahmah.com) – Sedikitnya empat petugas keamanan Irak tewas dan lima lainnya luka-luka pada Jum’at dalam serangan bom mobil di Baghdad, kata polisi setempat sebagaimana dilansir WB pada Sabtu (29/4/2017).

    Kendaraan tersebut diledakkan di dekat tempat parkir mobil di lingkungan Karrada, menurut Letnan Yasir Basim Al-Tai dari Direktorat Keamanan Baghdad.

    Dia mengatakan, ledakan tersebut merusak dua kendaraan termasuk kendaraan polisi yang diparkir.

    Pada bulan Oktober, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi yang dipimpin A.S. dan sekutu lokal di lapangan – memulai operasi luas untuk merebut Mosul, di Irak utara, yang diserbu ISIS tahun 2014. (banan/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/04/29/4-petugas-keamanan-irak-tewas-dalam-serangan-bom-mobil-di-baghdad/
    via IFTTT

    ,

    Presiden Turki akan kunjungi Rusia pekan depan

    TURKI (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Rusia pada tanggal 3 Mei untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, lansir WB pada Sabtu (29/4/2017).

    Kedua pemimpin Negara itu akan bertemu di resor Sochi Laut Hitam, menurut kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

    Mereka akan membahas hubungan antara negara mereka dan juga masalah regional dan internasional, termasuk konflik di Suriah.

    Pertemuan tersebut juga dikonfirmasi oleh Kremlin. (banan/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/04/29/presiden-turki-akan-kunjungi-rusia-pekan-depan/
    via IFTTT

    ,

    11 orang terluka dalam sebuah ledakan di ibukota Filipina

    FILIPINA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 11 orang terluka dalam sebuah ledakan yang terjadi pada Jum’at (29/4/2017) malam di Quezon Boulevard di ibukota Filipina, Manila.

    Ledakan itu terjadi sekitar pukul 22.49 waktu setempat menjelang Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, menurut sebuah laporan stasiun radio DZBB milik GMA.

    KTT ke-30 secara resmi dibuka pada hari Sabtu; Kepala semua negara anggota ASEAN berpartisipasi.

    Inspektur Kepala John Guiagui dari Distrik Polisi Timur mengonfirmasi “sejumlah orang” terluka dalam ledakan tersebut, lansir WB.

    Saksi mata melaporkan melihat dua orang dengan sebuah sepeda motor yang melempar bahan peledak di daerah tersebut, Kepala Kepolisian Wilayah Ibu Kota Nasional Direktur Oscar Albayalde mengatakan kepada wartawan di Manila.

    Polisi tengah melanjutkan penyelidikan mereka. (banan/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/04/29/11-orang-terluka-dalam-sebuah-ledakan-di-ibukota-filipina/
    via IFTTT

    ,

    Data simulasi dari detektor partikel Large Hadron Collider yang menunjukkan produksi Higgs boson dari tabrakan dua proton
    Umat Islam diwajibkan untuk mengimani Hari Akhir. Memang tidak ada yang tahu kapan hal ini akan terjadi, tapi berbagai tanda dan perintah mengimaninya telah Allah hadirkan dalam kitab suci Al-Qur'an dan hadits.

    Memang sulit menghubungkan antara sains dan agama, karena agama menggunakan bahasa wahyu yang digunakan di semua zaman oleh pemeluknya.

    Sementara sains merinci proses yang terjadi dengan kemungkinan kebenaran bertingkat, sesuai teori yang ditemukan dan fakta pendukung.

    Dalam kehancuran kiamat, langit akan digulung oleh Allah.

    Ternyata, di mata ilmuwan sekuler, konsep kehancuran alam semesta secara instan dan total sudah diprediksi kemungkinannya, tapi bukan prediksi kapannya.

    Beberapa fisikawan ternama seperti Stephen Hawking yang Atheis, percaya kehancuran semesta bisa dimulai oleh suatu partikel bernama Higgs Boson.

    Materi Higgs Boson, atau yang juga dijuluki sebagai "Partikel Tuhan", merupakan pengembangan dari teori fisikawan bernama Peter Higgs, sekitar 50 tahun silam.

    Materi ini awalnya belum dipastikan. Indikasi keberadaannya ini hanya muncul secara teoritis dari Model Standar Fisika Partikel.

    Namun, para ilmuwan Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) pada 2012 lalu berhasil menemukan partikel yang mirip Higgs Boson atau kandidatnya, berdasarkan hasil percobaan dengan menabrakkan dua proton berkecepatan mendekati cahaya.

    Boson adalah sebutan bagi partikel-partikel yang cenderung menggerombol dengan partikel sejenisnya.

    Sedangkan Higgs Boson adalah Boson yang juga bisa berinteraksi dengan partikel-partikel lain dan menyebabkan partikel itu memiliki massa.

    Inilah alasan ia dijuluki "partikel Tuhan", karena berperan dalam pembentukan alam semesta.

    Perlu diketahui, dalam pembentukan alam semesta (proses kosmologi), gaya gravitasi merupakan gaya yang berperan paling penting dalam skala kosmik.

    Gravitasi terjadi dengan syarat partikel memiliki massa. Menurut Relativitas Umum Einstein, gravitasi berasal dari massa yang "melengkungkan" ruang-waktu.

    Namun, menurut Hawking, pada level energi tertinggi, partikel Higgs bisa menjadi tak stabil sehingga mengakibatkan malapetaka besar. Takkan ada lagi ruang dan waktu, karena dimensi fisik ini akan runtuh.

    "Higgs berpotensi merubah masa depan dunia karena mungkin menjadi tidak stabil pada energi di atas 100 miliar giga-elektron-volts (GeV)", tutur Hawking dalam buku astronomi Starmus.

    Dalam kondisi tersebut, akan terjadi fluktuasi kuantum yang menciptakan gelembung vakum di alam semesta.

    Karena energinya rendah, gelembung akan mengembang dengan kecepatan cahaya dan menyapu semua yang ada di hadapannya.

    "... dan ini berarti kehancuran dunia. Itu bisa datang kapan saja tanpa kita menyadarinya", menurut Hawking.

    Bahkan, jika medan Higgs di dalam gelembung sedikit lebih kuat dari sekarang, ia bisa mengecilkan atom, menghancurkan inti atom, sehingga hidrogen menjadi satu-satunya unsur yang bertahan di alam semesta, menurut Gian Giudice, fisikawan teoritis di laboratorium CERN, berbicara pada 2013 lalu.

    Tapi, para ilmuwan menegaskan, keberadaan Higgs Boson dalam skala tertentu tidak dapat menghancurkan semesta.

    Sumber dari : LiveScience, Sains Kompas, Liputan6

    from Risalah TV http://www.risalah.tv/2017/04/kiamat-dalam-kajian-sains.html
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET – Sosial media kini menjadi sebuah gaya hidup masyarakat yang sudah melekat kuat. Tak dipungkiri, sosial media  memang sangat memudahkan dan memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Namun, ada pula dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari sosial media. Kami telah mewawancari beberapa masyarakat Indonesia berkenaan dengan pengaruh sosial media kepada kehidupan mereka. Bagaimana jawaban mereka ? Dan bagaimana tanggapan Islam mengenai sosial media ? Kita simak edisi Jadi terbaru kali ini.

    Video dapat dilihat dan diunduh di sini.

    (Abdullah Muhammad)

    The post Jadi Tahu : Sosial Media dalam Islam appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/04/29/jadi-tahu-sosial-media-dalam-islam/
    via IFTTT


Ke atas