,

    Tim Advokat Peduli Ulama melaporkan Inul Daratista ke Polda Metro Jaya

    JAKARTA (SALAM-ONLINE): Gabungan pengacara yang menamakan diri Advokat Peduli Ulama melaporkan pedangdut Inul Daratista ke Polda Metro Jaya. Inul dilaporkan karena diduga menghina ulama terkait komentar di akun Instagramnya.

    Juru bicara Advokat Peduli Agama, Dahlia Zein mengatakan Inul dilaporkan agar tidak seenaknya mengeluarkan kata-kata kepada pemimpin agama.

    “Sudah ada pemberitaan status dari Inul Daratista ya tentang penghinaan terhadap ulama yang mana fitnah-fitnah yang mereka bilang skype sex itu loh terus pakai sorban. Itu sudah menghina sekali,” kata Dahlia ketika dikonfirmasi wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/3).

    Inul dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP serta Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dahlia mengungkapkan bahwa Inul menulis kalimat yang berisi penghinaan terhadap seseorang yang memakai “sorban” sebagai tindakan tidak terpuji dan memfitnah ulama. Meskipun Inul tidak menyebutkan nama seseorang yang mengenakan sorban tersebut.

    “Iya tapi kan ulama. Dia kan bilang pakai sorban. Coba aja dibaca. Ada kata-katanya di mana dia (pakai) sorban sama perempuan sambil main sex skype. Itu aja,” terang Dahlia.

    Hingga kini, Dahlia menyatakan belum mengklarifikasi tudingannya kepada Inul. Dia mengatakan biar hal itu masuk ranah penyidik Polda Metro Jaya.

    “Jadi kami lapor biar kalau mau klarifikasi ya nanti biar hukum dan penyidik aja,” katanya.

    Sementara Kepala Bidang Hubungan Permasyarakatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan belum mendapat informasi mengenai laporan Advokat Peduli Ulama tersebut.

    “Saya belum dapat laporannya. Nanti saya infomasikan yah,” kata Argo seperti dikutip CNNIndonesia.com.

    Sumber: CNN Indonesia

    The post Diduga Hina Ulama, Pedangdut Inul Daratista Dilaporkan ke Polisi appeared first on Salam Online.



    from Salam Online /2017/03/diduga-hina-ulama-pedangdut-inul-daratista-dilaporkan-ke-polisi.html
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Jakarta – Saksi ahli agama yang meringankan terdakwa penista agama, Ahmad Ishomuddin mengatakan bahwa dalam kasus Ahok, diperlukan untuk tabayun atau kroscek soal niat.

    Namun, penjelasan Ishomuddin dibantah oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar.

    “Tabayyun tidak boleh kepada orang kafir, apalagi yang tidak bisa menjaga mulutnya. Lantaran orang kafir dalam kitab-kitab terutama fikih tidak bisa diterima riwayat dan persaksiannya,” kata KH Miftahul Akhyar saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (26/03).

    Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan ini menjelaskan, dalam kasus Ahok, tabayyun cukup dilakukan kepada umat islam yang tahu dan mendengar ucapan tersebut.

    Apalagi, kata dia, ada vidio You Tube yang diproduksi oleh Pemprov DKI yang orisinil dan dijamin keasliannya. Video tersebut bahkan sudah tersebar luas dan viral.

    “Ini sudah viral sedemikian rupa, sudah semua tahu ucapannya itu. Dan itu tidak diucapkan di satu tempat. Di markasnya Nasdem, di tempat lain juga ada. Bahkan lama itu, sejak 2007 kalau tidak salah,” tuturnya.

    Menurut Kyai Miftah, ucapan Ahok ini kalau tidak disebut mutawatir (diketahui banyak orang) ya mendekati mutawatir. Artinya, sudah mencukupi sebagai fakta hukum untuk diproses. Sebagaimana maksud tabayyun dalam Al Qur’an Surat al-Hujurât ayat 6.

    Maka, ia menegaskan tidak perlu tabayun soal niat. Sebab, Islam itu menghukum yang nampak. Tidak yang batin. Namun, batin juga bisa dilihat dari kalimat Ahok.

    “Gestur Ahok menyampaikan ‘jangan mau dibohongi’ itu gestur merendahkan. Ada kalimat dibohongi dan dibodohi,” tukasnya.

     

    Reporter: Taufiq Ishaq
    Editor: Fajar Shadiq

    The post Wakil Rais Aam PBNU: Tak Ada Tabayun Bagi Orang Kafir, Apalagi yang Tidak Jaga Mulutnya appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/28/wakil-rais-aam-pbnu-tak-ada-tabayun-bagi-orang-kafir-apalagi-yang-tidak-jaga-mulutnya/
    via IFTTT

    ,

    SALAM-ONLINE: Kenikmatan dan keindahan dunia sering kali melalaikan manusia dari tugas utamanya, yaitu beribadah kepada Allah. Banyak keinginan duniawi yang ingin diwujudkan. Demi meraihnya, dibuatlah segala macam rencana dan strateginya. Tidak jarang, dari semua rencana itu menuntut adanya kerelaan untuk mengorbankan apa yang disukai oleh dirinya. Bahkan sampai pada taraf membahayakan diri sendiri.

    Lihat saja apa yang dikerjakan oleh pemburu dunia. Tidak peduli siang atau malam, ketika iming-iming materi yang menggiurkan ada di depan mata dengan risiko berbahaya langsung saja dikerjakan olehnya. Tidak peduli pula dengan kehormatan dan harga diri, tatkala uang segepok di pelupuk mata, apa pun risikonya siap dilaksanakan.

    Kesibukan duniawi yang menguras pikiran dan tenaga sering membuat hati tak sempat lagi untuk memikirkan bagaimana shalat khusyu’. Bahkan sekadar untuk berdzikir mengucapkan kalimat thayyibah tak lagi ada waktu untuknya. Semua potensi diri difokuskan untuk target dunianya. Tidak jarang pula, niatan ibadah yang mulia ditujukan hanya demi kesuksesan dunianya. Mulailah kecintaan kepada dunia disejajarkan dengan kecintaan kepada Allah. Tak pelak, perbuatan syirik pun terjadi tanpa disadari.

    Sementara ketika umur telah beranjak senja, jasad tak lagi mampu menyangga. Ungkapan keluh dan kesah selalu menghiasi lisannya. Tak ada lagi rasa syukur dan sabar, yang ada justru prasangka buruk kepada Sang Pemberi hidup. Sebuah pertanyaan mendasar menggelayuti pikiran, apa yang diperoleh dari semua kerja kerasnya selama ini?! Semua berujung pada fatamorgana dunia.

    Bagi jiwa yang berharap kebaikan dunia dan akhirat, masihkah terbersit dalam benak pikirannya akan kewajiban yang banyak dan berat dalam kehidupan dunia ini?! Sementara Allah Yang Maha Penyayang telah menegaskan tidak ada satu tugas pun yang diperintahkan kepada manusia dan jin selain dari beribadah hanya kepada-Nya. Di saat yang bersamaan Allah Yang Maha Pengasih juga telah menjamin keberlangsungan hidup dan rezeki kita agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Simaklah bagaimana Allah Ta’ala berfirman:

    ﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)﴾

    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberikan makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pemberi rezeki lagi Pemilik Kekuatan yang kokoh,” (QS Al Dzariyat: 56-58).

    Dalam ayat lain Allah juga menegaskan bahwa kehidupan semua makhluk di dunia ini telah dijamin oleh-Nya, termasuk juga manusia agar semua bisa menjalankan fungsi dan tugas utamanya, yaitu hanya mengabdi kepada-Nya. Allah berfirman:

    وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (6)

    “Dan tidak ada dari binatang melata pun di muka bumi melainkan semua rezekinya telah ditanggung oleh Allah, dan Dia-lah yang mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang Nyata (Lauhul Mahfudz),” (QS Hud: 6).

    Namun banyak manusia menyangka kebutuhan hidupnya dicukupi oleh dirinya sendiri sehingga dengan kesibukannya itu membuat lalai dengan tugas utamanya. Sebuah kesalahan persepsi yang tanpa disadari bisa menjerumuskan seorang hamba ke dalam jurang kekufuran.

    Ketika semua berada di hadapan Allah Ta’ala, tak ada lagi yang bisa dibanggakan dari prestasi dan kerja keras duniawinya melainkan hanya prestasi ibadah kepada-Nya semata. Itulah satu permintaan dari Allah Yang Maha Penyayang. Namun sebagian besar manusia melalaikan dan mengabaikannya.

    Sebuah hadits qudsi memberikan penjelasan kepada kita tentang “satu permintaan dari Allah yang lebih ringan” dibandingkan dengan siksaan penduduk neraka yang paling ringan. Dari Anas bin Malik—semoga Allah meridhainya—telah meriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

    يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ فَيَقُولُ نَعَمْ فَيَقُولُ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ أَنْ لَا تُشْرِكَ بِي شَيْئًا فَأَبَيْتَ إِلَّا أَنْ تُشْرِكَ بِي –رواه البخاري-

    “Allah berfirman kepada penduduk neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat; Jikalau engkau memiliki semua yang ada di bumi apakah engkau mau menebus siksaan ini dengannya? Lalu berkatalah penduduk neraka yang paling ringan siksanya: Ya. Lalu Allah berfirman: Sejatinya Aku menghendaki dari engkau lebih ringan daripada ini saat engkau berada di tulang sulbi Adam agar engkau tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, lalu engkau justru mengabaikannya dan berbuat syirik kepada-Ku,” (HR Bukhori).

    Masihkah kita merasa bahwa Allah Ta’ala menuntut dari kita dengan tuntutan yang banyak?! Sementara Allah hanya menghendaki dari kita semua “satu permintaan ringan saja” agar kita tidak menyekutukan sesuatu apa pun dengan-Nya. Masihkah pula ada anggapan bahwa kita terlalu sibuk untuk mencukupi kebutuhan hidup sehingga lalai dengan kewajiban tauhid?! Sementara Allah telah menjamin kecukupan hidup di dunia ini agar seorang hamba bisa melaksanakan tugas tauhid dan menjauhi syirik.

    Semoga Allah Yang Maha Penyayang senantiasa memberikan kepada kita semua petunjuk agar kita mampu menunaikan permintaan-Nya hingga akhir hayat nanti. Wallahu a’lam bis shawab.

    Abu Athif

    The post Satu Permintaan Ringan dari Allah appeared first on Salam Online.



    from Salam Online /2017/03/satu-permintaan-ringan-dari-allah.html
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Bandung – Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar agenda Dialogika, pada Jumat, (24/03/17) di halaman kampus UPI, Bandung.

    Dalam diskusi tersebut menghadirkan tiga pembicara dari organisasi mahasiswa yang berbeda, yakni, Amirul selaku Ketua Gema Pembebasan Komisariat UPI, Ketua Lazna Khusus Mahasiswa (LKM) UPI, Kang Abbe, dan Ketua Komisariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) UPI, Junai.

    Selain pemateri, hadir juga sejumlah peserta dari berbagai kampus di Kota Bandung.

    Para pemateri memiliki pandangan yang sama mengenai sistem pendidikan yang ada di negeri ini. Mereka menilai pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata berkarakter baik.

    Amirul menilai pendidikan saat ini masih berbenah agar mengenal Allah, Tuhan yang Maha Esa, namun jika melihat kondisi pendidikan saat ini sulit untuk mewujudkan keinginan itu.

    Menurutnya dengan mata pelajaran yang hanya sedikit tidak memungkinkan untuk mencapai hal tersebut.

    “Saat ini pendidikan di Indonesia lagi berbenah diri, namun akan sulit jika pelajaran keislaman hanya hitungan beberapa jam saja, bahkan omong kosong akan tercapai,” jelas Amirul.

    Hal tersebut juga diamini oleh Junai, Ketua KAMMI UPI ini sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Amirul, bahkan ia menambahkan, bahwa memang pendidikan di Indonesia sedang sekarat, hanya sedikit menghasilkan manusia berkarakter dan bermoral baik.

    “Saya sependapat, bahwa pendidikan saat ini di Indonesia memang sedang sakit, sedikit sekali hasil didikan yang berkualitas dan bermoral baik,” pungkas Junai.

    Di lain sisi, Abbe menilai, realita pendidikan Indonesia jauh dari tujuan yang ditetapkan, bahkan saat ini pendidikan Indonesia sudah teracuni paham sekuler, maka solusinya adalah menerapkan sistem pendidikan Islam secara menyeluruh.

    “Pendidikan saat ini sudah diracuni oleh pemahaman sekuler, maka untuk menyelamatkannya hanya dengan Islam, dalam bingkai khilafah Islamiyyah,” papar Abbe.

    Untuk mencapai cita-cita pendidikan yang berkarakter, menurut Amirul ada empat poin yang harus diterapkan.

    “Ada empat poin yang harus diterapkan. Pertama, nilai-nilai Islam harus dimasukan setiap aspek pendidikan,” kata dia.

    Kedua, pengawasan pemerintah akan kebijakan harus lebih intensif. Ketiga, harus ada pelatihan guru-guru yang optimal.

    “Dan yang keempat, gaji guru harus dinaikkan,” pungkas Amirul.

     

    Reporter: Saifal
    Editor: Fajar Shadiq

    The post Kritisi Sistem Pendidikan, Gema Pembebasan Komsat UPI Gelar Dialogika appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/28/kritisi-sistem-pendidikan-gema-pembebasan-komsat-upi-gelar-dialogika/
    via IFTTT

    ,

    SALAM-ONLINE: Seorang dokter dan seorang pria terluka parah yang akhirnya meregang nyawa pada Sabtu (25/3) setelah pesawat-pesawat tempur rezim Basyar Asad menjatuhkan bom barel berklorin (gas beracun) pada sebuah rumah sakit di Latamaneh, Provinsi Hama, demikian laporan aktivis setempat seperti dilansir Zaman al-Wasl, Ahad (26/3).

    “Rumah sakit sudah tak bisa memberikan pelayanan sekarang,” kata Direktorat Kesehatan Hama dalam pernyataannya karena rumah sakit tersebut terkena serangan gas beracun. Kasus sesak napas dilaporkan terjadi akibat kurangnya peralatan medis.

    Lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan, serangan dilancarkan pasukan rezim dan milisi Syiah dengan tujuan untuk menghentikan gerak perjuangan kelompok oposisi yang berhasil menguasai Kota Hama.

    Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa hari yang lalu kelompok pejuang Suriah itu berhasil mengambil alih lebih dari selusin kota dan desa, beberapa kilometer dari pangkalan udara militer rezim.

    Namun, diperoleh kabar dari lapangan, perang di Hama berhenti (jeda) sejenak karena rezim yang didukung Rusia dan Iran melancarkan pengeboman masif di seluruh wilayah revolusi. Tercatat, rezim melancarkan 200 serangan bom beracun pada Sabtu lalu.

    Selama lebih dari lima tahun, rezim Asad tak pernah berhenti menggunakan senjata kimia. Sebagian besar serangan udara rezim Asad menghantam kawasan sipil dan pusat kesehatan.

    Sebuah kelompok advokasi medis mengatakan lebih dari 100 rumah sakit di Suriah diserang rezim Suriah dan Rusia sejak tahun lalu.

    Laporan 90 halaman yang dirilis International Union of Medical Care and Relief Organizations (UOSSM), Sabtu (25/3), juga mengutuk sebuah “kelangkaan mengkhawatirkan” pada perawatan medis di Suriah.

    Laporan itu mengatakan setidaknya 107 rumah sakit di tujuh wilayah yang masuk ke dalam survei pada Desember tahun lalu, terkena serangan udara. (EZ/salam-online)

    Sumber: Zaman al Wasl

    The post Rezim Asad Jatuhkan Bom di Seluruh Wilayah Revolusi, Perang Suriah di Hama Berhenti Sejenak appeared first on Salam Online.



    from Salam Online /2017/03/rezim-asad-jatuhkan-bom-di-seluruh-wilayah-revolusi-perang-suriah-di-hama-berhenti-sejenak.html
    via IFTTT

    ,

    Lingkarannews.com Jakarta- Ketika negara sedang fokus pada suatu kasus atau fenomena yang menyedot perhatian berlebih, magnet yang bisa memberi efek pengalihan secara berita adalah hal hal bersifat kontroversial yang dilakukan selebritis atau pelaku dunia hiburan nasional

    Semua berawal dari soal persaingan pemberitaan, berita yang mana yang berhasil menyedot perhatian publik, sehingga membuat publik tersebut beralih fokus

    Apakah berita mengenai kegaduhan sosial terkait ojek online, kasus korupsi E-KTP, ataukah kasus penistaan agama yang dilakukan oleh salah satu cagub DKI

    Hingga akhirnya, muncullah berita mengenai hal kontroversial yang dilakukan oleh para artis (selebritis) entah itu soal terseret kasus narkoba ataupun pernyataan pernyataan ‘nyeleneh’, yang pada intinya memberi efek magnet mengalihkan

    Dan berita terkait hal kontroversial yang dilakukan oleh artis atau publik figur, masih dianggap sebagai solusi singkat yang bisa dilakukan dengan tujuan mengalih perhatian fokus publik secara nasional

     

    Adityawarman @aditnamasaya

     



    from Lingkaran News http://lingkarannews.com/selebritis-dan-efek-magnet-untuk-mengalihkan/
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Bandung – Ribuan umat Islam yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Bandung Barat hadiri zikir akbar bersama Ustadz Arifin Ilham, pada Ahad pagi, (26/03/17) di Kabupaten Bandung Barat.

    Kegiatan ini bertujuan “Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT”, mengingat di era moderen ini banyak umat Islam yang terpengaruh pada tren negatif media sosial.

    Jamaah yang hadir dalam kegiatan ini bukan hanya umat Islam yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat, namun ada juga yang datang dari Cianjur, Tasik, juga Purwakarta. Jamaah yang membludak membuat panitia harus menggunakan layar tambahan untuk peserta yang berada di luar Masjid.

    “Jamaah alhamdulilah banyak, bukan hanya dari Kabupaten Bandung Barat, tapi ada juga yang dari Cianjur, Tasik, juga Purwakarta,” ujar ketua DKM Almujahid, Amin Nugroho saat diwawancarai Kiblat.net di Jalan Botani Raya, Kabupaten Bandung Barat.

    Kegiatan yang bertajuk peran umat Islam dalam mewujudkan kehidupan madani ini sengaja diadakan agar generasi muda bisa membentengi diri dari nampak negatif media sosial hari ini.

    Menurut panitia, kegiatan ini telah direncanakan selama kurang lebih satu bulan untuk bisa menghadirkan Ustadz Arifin Ilham.

    Dalam penyampaiannya, Ustadz Arifin Ilham mengajak jamaah agar selalu menjaga wudhu, mengingat ajal tak ada yang tahu kapan datangnya, sehingga ketika ajal datang menjemput, kita masih dalam keadaan bersih dari najis.

    Panitia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa membawa kemakmuran dan kesejukan di tengah kehidupan bermasyarakat wilayah Kabupaten Bandung barat.

    “Kita berharap agar umat Islam, umat Islam dari Kabupaten Bandung barat khususnya, semakin makmur, terjalin kehidupan yang harmonis,” tutup ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Almujahid ini.

     

    Reporter: Saifal
    Editor: Fajar Shadiq

    The post Ribuan Umat Islam Hadiri Zikir Bersama Ustad Arifin Ilham di Bandung appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/28/ribuan-umat-islam-hadiri-zikir-bersama-ustad-arifin-ilham-di-bandung/
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Bandung – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi Mahasiswa Islam (IKMI) peringati hari jadi IKMI yang ke-XII, di Politeknik TEDC Bandung, Ahad, (26/03/17).

    Milad yang bertajuk “Membentuk Generasi Islam Dengan Ukhuwah dan Dakwah” ini diharapkan lebih meningkatkan ukhuwah sesama mahasiswa. Masalah perbedaan pendapat yang baru-baru ini terjadi di Ibu Kota menjadi salah satu dasar diangkatnya tema ini.

    Belum lama ini terjadi perbedaan pendapat di antara umat Islam terkait pemilu yang terjadi di Ibu Kota. Meski sudah dikeluarkan fatwa soal haramnya pemimpin kafir namun masih ada juga yang terang-terangan mendukung pemimpin Kafir.

    Namun dengan pendekatan ukhuwah, Wakil ketua IKMI, Rizki Nurmansyah, berharap tidak ada lagi perpecahan, khususnya pada pemuda Islam.

    “Tema ini sengaja kami angkat, mengingat saat ini banyak issu perpecahan ditengah umat Islam, ada yang mendukung pemimpin kafir ada yang tidak. Dengan ukhuwah kita berharap tidak ada lagi perpecahan itu,” ujar Rizki saat diwawancarai Kiblat.net di sela kegiatan Milad IKMI.

    Rizki juga berharap agar mahasiswa politeknik TEDC, menganggap IKMI sebagai Lembaga Dakwah Kampus milik bersama, sebab ribuan mahasiswa yang ada di TEDC belum semua hadir dalam agenda tersebut.

    “Saya berharap, mahasiswa tidak usah malu untuk bergabung bersama IKMI, dalam dakwah tidak harus diundang, datang saja jika ada kegiatan IKMI, karna IKMI adalah milik kita bersama,” tutup Rizki.

     

    Reporter: Saifal
    Editor: Fajar Shadiq

    The post Peringati Milad ke-XII, IKMI Ajak Mahasiswa Bersatu dalam Islam dan Dakwah appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/27/peringati-milad-ke-xii-ikmi-ajak-mahasiswa-bersatu-dalam-islam-dan-dakwah/
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Hama – Seorang dokter dan seorang pria yang terluka tewas pada hari Sabtu (25/03) ketika pesawat tempur rezim menjatuhkan bom bermuatan klorin beracun di rumah sakit Latamaneh di provinsi Hama tengah.

    “Rumah sakit tidak dapat melayani sekarang,” kata direktorat kesehatan Hama dalam sebuah pernyataan. Laporan kasus semacam banyak terjadi di tengah kondisi kurangnya peralatan medis yang dibutuhkan.

    Serangan dilancarkan oleh pasukan rezim Assad dan milisi sekutunya untuk menghentikan kemajuan besar pejuang Suriah menuju Hama. “Target pejuang diduga akan mengambil sekitar lusinan kota dan desa,” kata pemantau perang asal Inggris.

    Selama lebih dari lima tahun, penggunaan senjata kimia tidak pernah berhenti digunakan oleh rezim Assad yang sebagian besarnya menghantam lingkungan sipil dan pusat kesehatan. Terlebih, hal itu secara terang-terangan sudah dikecam oleh PBB dan masyarakat internasional.

    Dalam laporan 90 halaman yang dirilis pada hari Sabtu, Persatuan Internasional Organisasi Perawatan Medis dan Bantuan (UOSSM) mengkhawatirkan langkanya perawatan khusus dan perlengkapan kesehatan.

    Sebuah kelompok advokasi bantuan medis mengatakan, lebih dari 100 rumah sakit di Suriah dilanda serangan udara Suriah atau Rusia tahun lalu. Pihaknya mendesak agar rumah sakit membuat benteng pertahanan terhadap fasilitas medis, seperti dengan menambahkan beton bertulang atau jendela tahan ledakan.

    UOSSM menambahkan, sebanyak 107 rumah sakit telah disurvei pada bulan Desember. Di tujuh wilayah titik penyerangan, setidaknya terkena sekali serangan udara langsung maupun tidak langsung, dan pada tahun lalu tercatat sebagiannya mendapat serangan sebanyak 25 kali.

    Tiga perempat dari rumah sakit yang berhasil disurvei sendiri adalah rumah sakit darurat, yang memanfaatkan gedung-gedung rusak yang memang bukan dibangun untuk kepentingan medis. Rumah sakit darurat dibangun karena rumah sakit asli hancur atau tidak dapat dioperasikan.

    Reporter: Azzam
    Sumber: Zaman el-Wasl

    The post Jet Tempur Assad Jatuhkan Bom Beracun di Rumah Sakit Hama appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/27/jet-tempur-assad-jatuhkan-bom-beracun-di-rumah-sakit-hama/
    via IFTTT

    ,

    KIBLAT.NET, Gujarat – Satu orang tewas dan sekitar 14 terluka ketika kekerasan meletus menyusul bentrokan antara siswa sekolah Muslim dan Hindu di Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi.

    “Sebuah kerumunan sekitar 5.000 orang menyerang warga Muslim dan membakar puluhan rumah dan kendaraan di Desa Vadavali di distrik Patan pada Sabtu (25/03) setelah siswa Hindu mengeluhkan perilaku mahasiswa Muslim,” kata KK Nirala, pejabat tinggi pemerintah kabupaten, seperti dikutip Huffington Post.

    “Warga Muslim akhirnya membalas dengan melemparkan batu. Polisi menggunakan gas air mata dan mengeluarkan tujuh tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan dan mengendalikan kekerasan,” imbuhnya.

    Nirala mengatakan situasi telah dikendalikan. Tiga komponen dari Kepolisian Cadangan Negara telah diminta untuk tinggal di desa itu untuk memastikan keamanan.

    Untuk diketahui, kekerasan warga Hindu di Gujarat telah menjadi sejarah kelam bagi warga Muslim di wilayah barat India. Hampir 1.000 warga Muslim tewas dalam peristiwa itu. Narendra Modi, yang menjadi menteri saat itu dinilai menutup mata atas sejarah terburuk kekerasan agama di India pada tahun 2002 tersebut.

    Beberapa waktu lalu, Modi mengangkat pendeta Yogi Adityanath (44 tahun) untuk memimpin Uttar Pradesh, wilayah paling padat penduduknya di India. Adityanath dikenal sebagai tokoh ekstremis Hindu yang kontroversial dan anti-Islam. Adityanath pernah menyerukan pemerkosaan terhadap Muslimah yang meninggal dunia.

    Hanya beberapa jam setelah pengangkatannya, dua rumah pemotongan hewan di Uttar Pradesh disegel oleh otoritas setempat pada Ahad malam. Diketahui, agama Hindu melarang penyembelihan sapi karena dianggap sebagai salah satu dewa yang dihormati.

    Reporter: Ibas Fuadi
    Sumber: Huffington Post

    The post India Barat Memanas, Ribuan Warga Hindu Serang Warga Muslim di Gujarat appeared first on Kiblat.



    from Kiblat /2017/03/27/india-barat-memanas-ribuan-warga-hindu-serang-warga-muslim-di-gujarat/
    via IFTTT


Ke atas