#KamiTetapBersamaHRS RAJAI Trending Topic


[PORTAL-ISLAM]  Pasca penetapan tersangka kepada Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya dalam kasus chat pribadi, tanda pagar (hashtag) #KamiTetapBersamaHRS merajai trending topic di twitter.

#KamiTetapBersamaHRS menjadi trending topic nasional. Netizen terlihat kompak dan solid mencuitkan berbagai kicauan mengenai Pembina GNPF-MUI itu.

Salah seorang netizen @SPIRIT_REVOLUSI bahkan menyindir keputusan polisi.

“Hanya polisi tidur yg dpt kami percaya sepertinya,” katanya.

“Jabatan dan pangkat yg kalian salah gunakan akan membakarmu di api neraka,” cuit akun @tedongborneo

“#KamiTetapBersamaHRS perlakuan kalian aparat yg menyudutkan kami akan kami ingat sebagaimana Allah yg akan menjadi hakim kami kelak,” sahut @muharsyfajar.

Hingga saat ini #KamiTetapBersamaHRS masih menduduki trending topic teratas di Indonesia.

Seperti diketahui, Senin, 29 Mei 2017 siang, penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status Habib Rizieq Syihab menjadi tersangka dalam kasus dugaan pornografi.

Sumber: Muslim Bersatu

from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/05/kamitetapbersamahrs-rajai-trending-topic.html
via IFTTT

DHUAARR!! Chat Asli Atau Palsu, HRS dan FZ TIDAK DAPAT DIPIDANA. Ini Dasar Hukumnya!


[PORTAL-ISLAM]  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, meski pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, belum pernah diperiksa dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein karena selalu mangkir dalam dua panggilan polisi saat masih berstatus sebagai saksi, namun tetap bisa ditetapkan sebagai tersangka karena telah memiliki bukti yang kuat.

"Ya bisa. Misalnya pembunuh belum pernah diperiksa tapi bukti semua ada bisa jadi tersangka toh," kata Argo.

Pernyataan tersebut dibantah keras seorang pengacara muda, @dusrimulya.





















from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/05/dhuaarr-chat-asli-atau-palsu-hrs-dan-fz.html
via IFTTT

Bagaimana Rasanya Ditinggal Orang Tua Tanpa Kejelasan? Kakak Beradik Ini Mengalaminya

Syahidil Rahman anak kelas 8 di salah satu Madrasah Tsanawiyah ini harus berlapang dada, di usianya yang masih tergolong muda yaitu lima tahun lalu ia sudah tidak mendapatkan figur seorang ayah karena ayahnya entah pergi kemana tanpa memberikan kabar berita. Belum usai cobaan yang menimpa keluarganya, sang ibu yang menjadi satu-satunya orang tua memilih untuk murtad karena mengikuti agama suaminya kedua yang baru.

Syahidil Rahman memahami dan berusaha tabah untuk tetap bertahan mencoba menjadi teladan yang baik untuk adiknya, Sahbani, yang saat ini masih kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah, kakak beradik ini kini tinggal bersama neneknya yang sudah di usia senja, untuk kebutuhan sehari – hari mereka dibantu paman atau saudara ibunya. Terkadang juga tetangga sekitar meminta bantuan untuk bersih – bersih pekarangan rumah, dari pekerjaan sederhana inilah Syahidil Rahman berusaha meringankan beban nenek dan pamannya.

Di Bulan Yang Penuh Rahmat ini, mari bantu Syahidil Rahman dan adiknya untuk belanja kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Fitri melalui Program Belanja Ceria Yatim Dhuafa. Program ini juga akan membantu Syahidil Rahman dan adiknya menyiapkan hadiah special yang akan diberikan kepada nenek dan pamanya sebagai ungkapan terimakasih dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini sehingga Syahidil Rahman menjadi sosok yang sopan dan mandiri.

 

Cara membantu Syahidil, adik dan neneknya :

Transfer ke rekening :

BCA 0491616171
Mandiri Syariah 085 000 8770
an. Yayasan Dompet Sosial Madani

Lembaga Amil Zakat Provinsi Bali

Dompet Sosial Madani

SMS/ WA konfirmasi 08123 767 1819

Telp (0361) 231 329

Jl. Diponegoro No. 218 Denpasar – Bali



from Dompet Sosial Madani https://dompetsosial.id/bagaimana-rasanya-ditinggal-orang-tua-tanpa-kejelasan-kakak-beradik-ini-mengalaminya/
via IFTTT

Siapa Pun yang Menista Ulama, Nasib Dia dan Keluarganya Akan Berakhir Tragis


[PORTAL-ISLAM]  Hari ini, Senin, 29 Mei 2017, Habib Rizieq Syihab resmi berstatus tersangka dalam kasus percakapan pribadi dengan Firza Husein. Penetapan ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat, seperti dikutip oleh Kompas.com.

Wahyu belum merinci alat bukti yang dimiliki penyidik untuk menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka. Dia juga belum menjelaskan pasal apa saja yan akan dikenakan untuk menjerat Habib Rizieq (Link: megapolitan.kompas.com/read/2017/05/29/14284681/polisi.tetapkan.rizieq.shihab.tersangka.kasus.chat.whatsapp)

Netizen mempertanyakan prosedur hukum yang digunakan Polri untuk menersangkakan Habib Rizieq, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Habib Rizieq sudah lama diketahui menjadi target polisi karena kiprahnya yang vokal dan frontal dalam menyuarakan kepentingan umat.

Menanggapi penetapan status tersangka Habib Rizieq oleh Polri, Ustaz Ma'in Rosa menegaskan bahwa siapa pun yang menista ulama kelak akan bernasib tragis.
Seorang netizen, Kristiawan Saputra mengimbau untuk tidak terpancing dengan status tersangka Habib Rizieq.


Eggi Sudjana, salah satu pengacara yang berhasil menemui Habib Rizieq di Tanah Suci Mekkah, menegaskan, "Jangankan jadi tersangka, jadi saksi saja tidak bisa. Karena Habib Rizieq tidak mengetahui, tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak mengalami, jadi bagaimana mau dipanggil sebagai saksi, apalagi dijadikan tersangka."

Eggi menambahkan, 3 tahun lalu KPK salahi prosedur dan menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka.

"Saya bela polisi dan pra-peradilankan KPK, lalu menang. Kini polisi salahi prosedur jadikan Habib Rizieq sebagai tersangka, maka akan saya bela Habib Rizieq dan pra-peradilankan polisi, dan saya yakin akan menang. Insya Allah."

Selain ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percakapan pribadi dengan Firza Husein, Habib Rizieq Syihab juga dijadikan sebagai tersangka dalam kasus penistaan simbol negara Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Akan tetapi, pihak kejaksaan Jawa Barat menolak berkas yang dilimpahkan oleh polisi karena berkas tersebut tidak memenuhi syarat.

from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/05/siapa-pun-yang-menista-ulama-nasib-dia.html
via IFTTT

Kultum Ramadhan: Pelajaran Hadits, Puasa Ini Milikku Akulah Yang Membalasnya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุญَู…ْุฏَ ุงู„ุดَّุงูƒِุฑِูŠْู†َ، ุฃَุญْู…َุฏُู‡ُ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ุงู„ู…ُุชَูˆَุงู„ِูŠَุฉِ ูˆَุนَุทَุงูŠَุงู‡ُ ุงู„ู…ُุชَุชَุงู„ِูŠَุฉِ ูˆَู†ِุนَู…ِู‡ِ ุงَู„َّุชِูŠ ู„َุง ุชَุนُุฏَّ ูˆَู„َุง ุชُุญْุตَู‰, ุฃَุญْู…َุฏُู‡ُ ุฌَู„َّุง ูˆَุนَู„َุง ูˆَุฃُุซْู†ِูŠ ุนَู„َูŠْู‡ِ

ุงู„ุฎَูŠْุฑَ ูƒُู„َّู‡ُ ู„َุง ู†ُุญْุตِูŠ ุซَู†َุงุกَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู‡ُูˆَ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูƒَู…َุง ุฃَุซْู†َู‰ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِู‡ِ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏุงً ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ ูˆَุณَู„َّู…َ ุชَุณْู„ِูŠْู…ุงً ูƒَุซِูŠْุฑًุง .

Bapak-bapak, ibu-ibu, jamaah sekalian yang dirahmati oleh Allah Ta’ala,

Tidak kita ragukan lagi, bulan Ramadhan ini memiliki kuetamaan yang banyak. Amal dilipatgandakan dan dosa-dosa diampuni. Serta keutamaan-keutamaan yang lain yang tidak didapatkan di selain Ramadhan. Di antara keutamaan puasa disebutkan dalam sebuah hadits:

ูƒُู„ُّ ุนَู…َู„ِ ุงุจْู†ِ ุขุฏَู…َ ูŠُุถَุงุนَูُ، ุงَู„ْุญَุณَู†َุฉُ ุจِุนَุดْุฑِ ุฃู…ْุซَุงู„ِู‡َุง ุฅِู„َู‰ ุณَุจْุนِู…ِุงุฆَุฉِ ุถِุนْูٍ. ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ : (ุฅِู„ุงَّ ุงู„ุตَّูˆْู…َ ูَุฅู†َّู‡ُ ู„ِูŠْ ูˆَุฃู†َุง ุฃุฌْุฒِูŠْ ุจِู‡ِ، ูŠَุฏَุนُ ุดَู‡ْูˆَุชَู‡ُ ูˆَุทَุนَุงู…َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃุฌْู„ِูŠ)

“Semua amalan anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allรขh Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa.Sesungguhnya puasa itu untuk Aku, dan Akulah yang membalasnya. Dia meningalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim dalam Kitab ash-Shiyam, Bab Fadhlu ash-Shiyam, No: 1151/164).

Dalam hadits ini, Allah Ta’ala mengistimewakan puasa dibanding ibadah-ibadah yang lain. Tentu ini menunjukkan betapa agungnya ibadah puasa. Betapa cintanya Allah dengan ibadah ini. Dan dalam puasa itu sangat tampak sekali keikhlasan, karena puasa itu rahasia antara seorang hamba dengan Allah Ta’ala. Bisa jadi ketika kita berpuasa kita berada di tempat yang sepi. Tak ada seorang pun yang bersama kita dan melihat kita. Tapi, kita tetap enggan melakukan pembatal-pembatal puasa. Hal ini berangkat dari keyakinan kita bahwa ada Rabb yang senantiasa tahu keadaan kita walaupun di tengah kesendirian. Dan Dia mengharamkan hal tersebut. Kemudian kita pun meninggalkannya karena takut kepada-Nya. Dan berharap pahala dari-Nya. Karena itulah puasa itu syiar keikhlasan. Sehingga Allah khususkan ibadah ini untuk-Nya.

Ada penjelasan menarik dari seorang tabi’in Sufyan bin Uyainah rahimahullah tentang makna hadits ini. Beliau mengatakan, “Saat nanti di hari kiamat, Allah menghisab hamba-hamba-Nya. Dia membalas kezaliman seseorang dengan memberikan pahala-pahalanya kepada orang yang dizaliminya. Kecuali paha puasa. Saat yang tersisa hanya pahala puasa saja. Allah jadikan pahala puasanya sebab untuk masuk ke dalam surga.”

Pelajaran berikutnya, dalam hadits ini disebutkan, “Akulah yang membalasnya”. Ingatlah, besar dan hebatnya pemberian itu tergantung dari siapa yang memberi. Kalau ada orang kaya, tapi pelit, tentu sulit kita harapkan kalau dia akan memberi hadiah yang istimewa. Walaupun hartanya berlimpah. Karena dia pelit. Kemudian apabila ada orang yang royal, dermawan, tapi pas-pasan. Orang seperti ini juga tidak kita harapkan besar pemberiannya. Tapi, apabila ada yang sangat dermawan, sangat kaya, sangat penyayang menjanjikan hadiah, tentu kita membayangkan hadiah yang sangat istimewa.

Bagaimana kiranya dengan Allah? Pemilik langit dan bumi serta alam semesta. Maha Kaya. Maha Dermawan. Maha Penyayang. Dia mengatakan, “Akulah yang membalasnya”. Tentu betapa istimewa balasan darinya.

Apalagi sebelumnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan amalan-amalan lain di bulan Ramadhan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Itu saja sudah besar. Bagaimana lagi kiranya ketika Allah Yang Maha Kaya dan Dermawan tidak membatasi balasannya dengan angka? Tentu lebih hebat lagi. Inilah balasan puasa.

Demikianlah Allah Ta’ala dalam menghargai dan menilai jerih payah hamba-Nya yang meninggalkan makan, minum, dan aktivitas lain yang sifatnya mubah demi menaati Allah. Karena hal-hal mubah tertentu itu termasuk pembatal puasa. Seseorang yang biasa dengan suatu kegiatan. Biasa sarapan. Bebas minum sehingga ia bisa kapanpun berolahraga dan beraktivitas berat. Tiba-tiba kebiasaan itu harus diubah. Meninggalkan kebiasaan itu adalah sesuatu yang sulit. Sebagaimana seseorang yang pindah dari tempat lama ke tempat baru. Tentu ia merasa kesulitan dan harus cepat-cepat menyesuaikan. Tapi semua hal itu ia korbankan. Demi menaati perintah Allah Ta’ala.

ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠุนُ ุฃَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠู†َ

“Sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” [Quran Hud:115].

Mudah-mudahan Allah Ta’ala membantu kita dalam menunaikan puasa. Menjauhi segala hal yang dapat mengurangi nilai puasa. Dan memberi kita taufik untuk melakukan berbagai kebaikan di bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



from Khotbah Jumat https://khotbahjumat.com/4678-kultum-ramadhan-pelajaran-hadits-puasa-ini-milikku-akulah-yang-membalasnya.html
via IFTTT