9 Cara Terbaik Menyambut Bulan Suci Ramadhan

KIBLAT.NET – Tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Sya’ban. Artinya, sebentar lagi kita akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, yang akan membawa rahmat, yang membuka pintu syurga dan menutup pintu neraka serta membelenggu seluruh syetan yang mengganggu hamba beribadah.

Besarnya keagungan Ramadhan tentu harus disambut dengan penuh bahagia dan suka cita. Perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar Ramadhan bisa dilalui sesuai dengan harapan yang Allah Ta’ala inginkan. Namun pertanyaannya adalah bagaimana cara kita mempersiapkan diri untuk menyambut bulan mulia tersebut?

Berikut Sembilan cara terbaik yang ditulis oleh Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam salah satu risalahnya, Dzadu Shaim Ramadhan Fursatun Li Tarbiyah Wa Ta’lim, untuk memaksimalkan ramadhan sebaiknya kita memerhatikan poin-poin berikut ini:

  1. Bertobat dan kembali kepada petunjuk Allah

Sejatinya bertaubat diperlukan setiap saat. Sebab, siapa pun kita pasti tidak lepas dari kesalahan. Bertaubat sebelum memasuki bulan Ramadhan menunjukkan keseriusan kita dalam memuliakan bulan suci tersebut. Sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan tidak ada lagi sekat-sekat yang bisa mengahalangi dirinya dari amal shaleh. Allah Ta’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31)

  1. Berdoa agar disampaikan ke bulan Ramadhan; memohon agar bisa melaksanakan puasa dan shalat di malam harinya

Ramadhan adalah bulan keberkahan yang hanya diberikan kepada para hamba pilihan Allah Ta’ala. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan tersebut dengan baik. Karena itu, di antara kebiasaan para salaf adalah senantiasa berdoa memohon kepada Allah agar disampaikan kepada bulan Ramadhan serta diberika kekuatan untuk memaksimalkan ibadah di dalamnya. Bahkan, sebagian mereka ada yang berdoa enam bulan sebelum kedatangan bulan tersebut.

Mu’alla bin Al-Fadhl, salah satu ulama tabiu’ tabiin berkata, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Diantara doa yang dicontohkan para salaf adalah apa yang diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

  1. Bersegera untuk menganti puasa yang tertinggal

Salah satu kewajiban yang penting untuk diperhatikan sebelum memasuki Ramadhan adalah hutang puasa. Siapa pun yang memiliki tanggungan puasa yang belum terlunasi maka ia harus segera menyelesaikannya. Qadha tidak mesti dilakukan setelah bulan Ramadhan yaitu di bulan Syawal secara langsung. Namun boleh tunda sampai bulan Sya’ban, asalkan sebelum masuk Ramadhan berikutnya.

Diriwayatkan dari Dari Abu Salamah, beliau mengatakan bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

“Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu meng-qadhanya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim)

  1. Mempelajari hukum-hukum seputar Ramadhan

Ilmu merupakan modal utama dalam beramal. Tanpa  ilmu maka akan kehilangan petunjuk dalam beribadah. Efeknya, kalau dia semangat maka akan jatuh dalam kesesatan, atau bisa juga dia akan tertinggal, tidak bisa memperbanyak amal karena tidak mengetahuinya.

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”  (Al-Amru bil Ma’ruf, hal: 15)

  1. Mempersiapkan diri dengan amal-amal kebaikan

Memperbanyak amal merupakan salah satu bentuk keseriusan dalam memuliakan datangnya Ramadhan. Terutama pada bulan Sya’ban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisinya dengan memperbanyak berpuasa di bulan ini sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadhan.

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “Ya Rasulullah! Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Beliau menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dia adalah bulan amalan-amalan di angkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa,” (HR. An-Nasa’i)

  1. Meninggalkan pengangguran dan berteman dengan orang-orang yang rajin

Selain mempersiapkan ilmu dan kemantapan jiwa, kita juga penting memerhatikan pengaruh lingkungan. Memilah-milih teman adalah salah satunya. Pengaruh teman yang baik sangat signifikan pada aktivitas hidup kita. banyak orang yang terjerumus ke dalam jurang kesesatan karena temannya. Demikian juga sebaliknya, banyak orang yang semangat dalam beramal disebabkan oleh tengannya juga. Maka sudah selayaknya kita memperbanyak teman-teman yang shaleh ketika memasuki bulan ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

  1. Meninggalkan segala bentuk perselisihan dan perpecahan

Perselisihan dan perpecahan merupakan salah satu faktor yang bisa merusak fokus kita dalam beramal. Ramadhan yang mulia tentu tidak pantas diisi dengan perbebatan-perbebatan yang berujung pada perpecahan. Terlebih dalam masalah perbedaan mazhab fikih, ia adalah sesuatu yang tidak layak untuk diperdebatkan. Sebab, masing-masing memiliki dasar dan pijakan yang dibenarkan.

Bahkan terhadap orang yang meninggalkan perdebatan yang tidak manfaat, walaupun posisinya benar, maka Rasulullah menjajikan baginya rumah di dalam syurga. Beliau bersabda, “Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR. Abu Dawud)

  1. Menjauhi amalan yang dapat menjadikan puasa terasa berat

Kesehatan fisik tidak kalah pentingnya daripada persiapan ilmu dan mental. Agar hari-hari di bulan puasa lebih maksimal untuk beribadah, perhatian kita terhadap kesehatan fisik tidak boleh diabaikan. Jangan sampai amal ibadah kita menurun gegara gangguan kesehatan. Dari itu, meninggalkan pekerjaan-pekerjaan berat yang bisa memberatkan aktivitas puasa merupakan keharusan yang mesti dilakukan.

Orang yang merugi adalah yang tidak menggunakan kesehatannya untuk kebaikan dan yang lebih rugi lagi tidak menjaga kesehatannya. Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua nikmat Allah yang di situ banyak orang merugi, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang,” (HR. Tirmidzi)

  1. Memerhatikan kemunculan hilal

Di antara waktu yang menjadi kebiasaan ulama salaf dalam memastikan bulan Ramadhan adalah mereka keluar pada tanggal 29 Sya’ban, saat menjelang matahari mulai terbenam untuk mengamati  munculnya hilal. Mereka keluar bersama dengan Qadhi negara. Apabila dapat melihat hilal maka mereka berpuasa. Namun jika tidak, mereka menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.

Dalam sebuah hadits hasan disebutkan, “Hitunglah (bilangan) bulan Sya’ban untuk (menentukan masuknya) bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Makna dari hadits tersebutadalah bersungguh-sungguhlah dalam memastikan akhir bulan Sya’ban dengan mencermati titik munculnya hilal. Hal ini dilakukan agar dapat melihat hilal Ramadhan dengan kemantapan hati yang kuat, sehingga itu tidak terlewatkan sedikit pun. (Tuhfatul Ahwadzi, 3/299)

Demikianlah beberapa cara terbaik yang dicontohkan para salaf dalam menyambut bulan Ramadhan. Semoga dengan memahami poin-poin tersebut, kita bisa menyongsong bulan suci Ramadhan dengan amal ibadah yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

 

Penulis: Fakhruddin

The post 9 Cara Terbaik Menyambut Bulan Suci Ramadhan appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/23/ya-allah-antarkanlah-aku-hingga-sampai-ramadhan/
via IFTTT

BONGKAR HABIS PERILAKU KORUPTIF AHOK, Marwan: Dia Itu Penjahat Besar, Perampas Tanah Rakyat!


[PORTAL-ISLAM]  Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara meluncurkan buku 'Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok'. Dalam buku ini, Marwan ingin mengungkap beberapa kasus korupsi yang melibatkan Ahok mulai dari kasus tanah Rumah Sakit Sumber Waras sampai kasus reklamasi Teluk Jakarta.

"Sebetulnya Ahok penjahat besar, tapi kenapa justru dia banyak dapat dukungan rakyat, kenapa dia dibela? Tepuk dada kalau orang baik anti korupsi dan lain-lain dihukum mati. Saya ingin mengungkap tentang masalah fenomena yang dikaitkan dengan isu reklamasi di sanalah bersembunyi KKN yang dilakukan oleh penguasa dan saya ingin konstitusi ditegakkan," kata Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Mei 2017.

Seperti yang dijelaskan dalam buku, Marwan mengatakan pada awal 2016 terkuak kasus korupsi reklamasi yang menetapkan anggota DPRD dari Partai Gerindra M Sanusi sebagai tersangka. Dari bibir Sanusi itulah nama Ahok disebut-sebut terlibat kasus penyuapan dalam proses perizinan reklamasi.

"Terkuak dugaan korupsi yang dilakukan Ahok dengan adanya transaksi terselubung antara Ahok dengan pengembang, barter izin dengan sejumlah proyek Pemda DKI," ujarnya.

Marwan juga menduga tindakan korupsi yang dilakukan Ahok di antaranya dugaan korupsi atas pengembangan Taman BMW serta dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng Barat. Selain itu, ada pelanggaran peraturan dan indikasi korupsi yang dilakukan Ahok dalam pembelian lahan RS Sumber Waras. Demikian juga dengan penggusuran-penggusuran yang dilakukan Ahok juga berkaitan dengan korupsi.

"Karena mengambil alih tanah rakyat secara brutal, kemudian menyerahkan kepada pengembang secara konspiratif dan tertutup, tindakan itu sangat potensial koruptif," tulisnya.

Mantan anggota DPD perwakilan Sumatera Utara periode 2009-2014 ini menegaskan, melalui fakta-fakta yang dipaparkan di buku ini, diharapkan aparat hukum segera bertindak untuk menjerat Ahok.

"Dengan harapan dapat menggerakkan nurani aparat penegak hukum dan presiden Jokowi agar dapat mengambil tindakan yang seadil-adilnya, serta mengusut tuntas dugaan korupsi yang sudah dilakukan Ahok," pungkasnya.



from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/05/bongkar-habis-perilaku-koruptif-ahok.html
via IFTTT

Amien Rais: Buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ tidak Mengada-ada

Amie Rais saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’, Selasa (23/5)/2017 di Ruang Kura-Kura-2 Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: EZ/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Paska Gubernur DKI Jakarta (non-aktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, dugaan-dugaan korupsi yang selama ini dialamatkan kepadanya mulai dikuak.

Ketua MPR periode 1999-2004, Prof Dr M Amien Rais yang turut menjadi pembicara dalam peluncuran buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok”, menilai buku karya Marwan Batubara ini sebagai sebuah bukti yang nyata dugaan korupsi tersebut.

“Buku ini tidak mengada-ada, dugaan korupsi Ahok yang sangat besar, harapannya para penegak hukum semestinya meneliti dan memprosesnya secara hukum. Selama ini publik telah dibentuk oleh media massa bahwa Ahok adalah manusia jujur, sehingga banyak orang mengira Ahok adalah manusia luar biasa,” ujar Amien saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ di Ruang Kura-Kura-2, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).

Menurut pendiri PAN ini, ciri khas pada buku Marwan Batubara selalu objektif, semuanya berdasarkan fakta dan angka karena bersifat otentik dan otoritatif.

Tokoh Reformasi ini meminta kepada penegak hukum, khususnya KPK, untuk berlaku adil dan terbuka matanya setelah membaca buku ini. Jangan lagi, katanya, ada maling kecil dihukum berat dan maling besar dilepaskan.

“Mudah-mudahan buku yang ditulis ini jadi membuka mata KPK dan lainnya. Saya heran, mudah-mudahan enggak berlaku lagi pencuri kecil dihukum berat dan pencuri besar dilepaskan, nanti akan timbul kehancuran,” ujarnya mengingatkan.

Sejumlah tokoh mulai dari kalangan aktivis hingga anggota DPR menjadi pemateri yang mengulas buku karya Marwan Batubara ini.

Dari kalangan anggota dewan diwakili oleh anggota Komisi III dari PKS, Nasir Djamil. Sementara dari kalangan politisi diwakili Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono dan mantan Wagub DKI Prijanto.

Selain Amien dan penulis buku (Marwan Batubara), hadir pula dari kalangan aktivis dan pengamat seperti Lieus Sungkharisma, mantan Anggota DPR Djoko Edy Abdurrahman, mantan anggota DPR dari PPP Habil Marati, juru bicara HTI Ismail Yusanto dan Aktivis Komite Indonesia Bangkit & Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. (EZ/Salam-Online)

The post Amien Rais: Buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ tidak Mengada-ada appeared first on Salam Online.



from Salam Online /2017/05/amien-rais-buku-usut-tuntas-dugaan-korupsi-ahok-tidak-mengada-ada.html
via IFTTT

Ingin Temui Jokowi di Istana, Aparat Usir Paksa Mahasiswa

KIBLAT.NET, Jakarta – Keinginan perwakilan Badan Ekskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk menyampaikan aspirasi ke Presiden Joko Widodo ditolak pihak Istana. Alih-alih dipersilakan masuk, mereka justeru diusir secara paksa

Menurut ketua Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho perwakilan mahasiswa berusaha menemui presiden di Istana Merdeka Jakarta untuk menyampaikan aspirasi dalam aksi unjuk rasa, Senin (22/05). Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil.

“Kami sudah minta bertemu dengan pak Jokowi tapi ngga diterima. Kami diangkat-angkat, diusir secara paksa,” ungkap Wildan kepada Kiblat.net, Senin (22/05) petang.

Dia menambahkan sejumlah perwakilan mahasiswa telah berusaha untuk masuk ke Istana Merdeka melalui semua pintu masuk. Tetapi, setiap gerak-gerik mereka selalu diawasi dan dibuntuti oleh aparat keamanan.

“Kita sudah menempuh semua jalur, untuk masuk ke Istana Negara, tapi kita selalu dikawal oleh aparat kepolisian dan penjaga Istana Negara,” katanya.

Menurut pantauan Kiblat.net, pada pukul 18:38 perwakilan dari Badan Ekskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang berusaha masuk ke Istana Merdeka keluar dengan dikawal aparat kepolisian. “Dipaksa keluar, kami terpaksa keluar, sambil jalan kami terus dikawal oleh aparat kepolisian,” tutur Wildan.

Mahasiswa mengaku sangat kecewa dengan sikap presiden dan istana yang tidak mau menemui perwakilannya. Terlebih, aparat kepolisian dinilai berlebihan dalam melakukan pengamanan.

“Ya kami kecewa, kecewa berat malah,” pungkas Wildan.

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

The post Ingin Temui Jokowi di Istana, Aparat Usir Paksa Mahasiswa appeared first on Kiblat.



from Kiblat /2017/05/23/ingin-temui-jokowi-di-istana-aparat-usir-paksa-mahasiswa/
via IFTTT

Ahok: Saya Telah Belajar Mengampuni, Netizen: WADUH! LIA EDEN JILiD II, Ahok Mulai GILA..


[PORTAL-ISLAM]  Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencabut permohonan bandingnya. Dari dalam tahanan Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Ahok menulis surat kepada relawan dan pendukung.

Surat tersebut dibacakan oleh sang istri, Veronica Tan dengan bercucuran air mata dan sesenggukan karena tak mampu membendung tangisnya. Berulang kali, Vero menyeka airmata dengan tisu yang disodorkan Fifi, adik sekaligus pengacara Ahok yang juga ikut menangis.

Dalam surat tersebut, Ahok mengungkapkan curahan hatinya dan mengaku ikhlas menerima vonis hakim.

"Saya tahu tidak mudah bagi Saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya. Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini," kata Vero membacakan surat Ahok, Rabu, 23 Mei 2017.

---------------

Menanggapi berita ini, Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo pun berkomentar.



Berbondong-bondong, netizen pun ikut menanggapi pernyataan Ahok.


from PORTAL ISLAM http://www.portal-islam.id/2017/05/ahok-saya-telah-belajar-mengampuni.html
via IFTTT