,

    Lingkarannews.com Jakarta- Untuk Idul Fitri tahun ini, mungkin kita harus beri apresiasi atas kinerja pemerintah terkait pengendalian harga daging serta pengaturan arus mudik yang lebih baik dari tahun sebelumnya

    Walaupun masih ada instruksi pelarangan takbir keliling, namun ada kinerja positif pemerintah yang harus kita apresiasi bersama yaitu berhasil menekan harga daging di pasaran sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga tidak menimbulkan gejolak harga yang terlalu tinggi

    Problematika gejolak kenaikan harga daging sellau menjadi masalah yang selalu timbul ditiap menjelang perayaan Idul Fitri, selain karena persoalan pasokan namun juga terkait praktek para spekulan daging yang memainkan harga di pasar

    Namun, tahun ini hal tersebut sepertinya ‘sedikit’ tidak terjadi sehingga kenaikan harga daging yang ada tidak mampu membuat gejolak di masyarakat

    Begitu pun dengan proses penanganan arus mudik 2017, kali ini pemerintah mungkin belajar dari peristiwa mudik tahun lalu yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa puluhan orang

    Antisipasi dan penanganan mudik 2017 dapat dikatakan lebih matang, walau masih ada kekurangan di berbagai hal, namun secara keseluruhan masih dapat dikatakan berjalan baik

     

    red

     

     

     



    from Lingkaran News http://lingkarannews.com/mengapresiasi-kinerja-pemerintah-terkait-harga-daging-dan-mudik-2017/
    via IFTTT

    ,

    Segenap Kru Lingkarannews.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

    Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin



    from Lingkaran News http://lingkarannews.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1438-h/
    via IFTTT

    , ,

    Konfrontasi - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar turut hadir dalam acara open house Hari Raya Idul Fitri 1438Hijriah di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017).

    Kepada awak media, Arcandra Tahar mengakui merasakan suasana Lebaran yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    "Rasanya berbeda (sambil memegang dada)," ujarnya kepada pewarta.

    Ia menjelaskan bahwa perbedaan rasa yang dimaksud adalah suasana lebaran di mana setiap orang, dari berbagai latar belakang turut merasakan suasana Idul Fitri.

    "Yang berbeda di sini, semua orang merasakan makna Lebaran. Kalau di luar negeri lebaran paling setengah hari, habis itu kerja lagi. Tapi orang Amerika Serikat bisa mengerti bahwa orang muslim merayakan Lebaran dan kadang dikasih libur," terangnya.

    Arcandra juga menjelaskan bahwa makanan juga menjadi faktor pembeda yang membuat lebarannya kali ini terasa lebih bermakna.

    "Kalau makanan jelas nomor satu, tapi yang terlihat beda itu rasanya. Senang sekali di sini bisa bertemu keluarga dan teman banyak," terangnya.

    Beberapa pejabat negara lain ikut hadir dalam acara open house Jusuf Kalla ini seperti Sudirman Said, Menteri Pertahanan, Menteri Komunikasi dan Informasi, dan lain-lain. (trbn/mg)

    Category: 


    from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/wakil-menteri-esdm-bandingkan-lebaran-di-amerika-dan-indonesia
    via IFTTT

    ,

    Bertemu dengan Presiden Jokowi, ini keterangan pers GNPF MUI

    JAKARTA (Arrahmah.com) – Siang ini pukul 12.40 Pimpinan GNPF MUI dan perwakilan Tim Advokasi GNPF MUI diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Pertemuan sebenarnya dijadwalkan pukul 11.30, namun tertunda berhubung Presiden pada jam yang sama tengah bersilaturahmi di rumah Ibu Megawati.

    Pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi yang didampingi Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kala.

    Dalam pertemuan tersebut, GNPF MUI yang dipimpin langsung oleh Ketua GNPF Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan terlebih dahulu situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub yang dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri.

    Padahal yg dilakukan oleh ulama yang tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi.

    Pimpinan GNPF MUI yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, dimana pada satu sisi pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yg bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebhinekaan. Tentulah hal ini tidak menguntungkan bagi pemerintah dalam menjalankan program-programnya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

    GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang sekarang sedang berada di Arab Saudi.

    Presiden Jokowi menyampaikan rasa senangnya dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud untuk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI, semua itu hanyalah miskomunikasi semata.

    Presiden Jokowi menyatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

    Jokowi mengulang kembali pernyataannya selama ini bahwa dirinya betul-betul menahan diri dari mengintervensi kasus Ahok. “Dan kenyataannya kemudian kan terbukti bersalah (dalam persidangan)”,

    Selain masalah dalam negeri, Jokowi juga menjelaskan tentang upayanya melakukan keseimbangan di bidang ekonomi dengan membuka hubungan intensif ke Cina dan negaranegara Timur Tengah termasuk Turki, karena tidak mau tergantung pada negara Barat.

    Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah memerintahkan Menkopolhukam untuk melanjutkan komunikasi dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalanr yang terjadi di lapangan, seraya mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu yang akan datang.

    Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit dan ditutup dengan sesi foto bersama.

    M. Luthfie Hakim
    Plt. Sekretaris GNPF MUI.

    (*/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/06/25/bertemu-dengan-presiden-jokowi-ini-keterangan-pers-gnpf-mui/
    via IFTTT

    ,

    Perwakilan GNPF MUI bertemu Presiden Jokowi di istana

    JAKARTA (Arrahmah.com) – Tim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Ketua GNPF Bachtiar Nasir menilai pertemuan tersebut jadi kesempatan mereka untuk menyampaikan berbagai harapan.

    “Alhamdulillah hari ini kami diterima Presiden dalam rangka silaturahim halal bihalal hari raya. Bagi kami, ini adalah sebuah kesempatan untuk bisa menyampaikan dalam rangka momen halal bihalal ini, hal-hal yang selama ini menjadi harapan kami,” kata Bachtiar Nasir di Istana Merdeka, Ahad (25/6/2017), sebagaimana dilansir detikcom.

    Bachtiar pun mensyukuri pertemuan tersebut. Mereka juga mendengarkan apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.

    “Alhamdulillah, Presiden juga mendengarkan satu per satu dari kami yang hadir sejumlah tujuh orang perwakilan GNPF. Kami semua juga mendengarkan apa yang disampaikan Presiden, dan alhamdulillah ini menjadi masukan juga buat kami,” ungkap Bachtiar.

    Pertemuan dengan pengurus GNPF MUI ini dimulai sekitar pukul 13.45 WIB dan berlangsung tidak lebih dari satu jam.

    Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Mensesneg Pratikno, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

    Mensesneg Pratikno mengatakan pertemuan ini terjadi atas permintaan Pengurus GNPF MUI. Pengurus yang diterima antara lain Bachtiar Nasir, M. Kapitra Ampera, Yusuf Matra, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, Zaitun Rasmin, dan Deni.

    (ameera/arrahmah.com)



    from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2017/06/25/perwakilan-gnpf-mui-bertemu-presiden-jokowi-di-istana/
    via IFTTT


Ke atas
close