,

    JEDDAH, (Panjimas.com) — Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) beberapa waktu lalu menyatakan tanggapan positifnya atas pilihan Khaadimul Haraamain asy Syariifain, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud terhadap Pangeran Muhammad bin Salman sebagai putra mahkota serta jabatan barunya Wakil Perdana Menteri sembari mempertahankan posisinya sebagai Menteri Pertahanan.

    Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef Al-Othaimeen mengucapkan selamat kepada Raja Salman atas pilihan yang diberkati ini mengingat pengalaman, kebijaksanaan dan visi Pangeran Muhammad bin Salman dalam pengelolaan urusan Kerajaan Arab Saudi, serta dedikasinya untuk pengabdian agamanya, bangsa dan Ummah, dikutip dari IINA.

    Sekjen OKI juga mengapresiasi komitmen Pangeran Muhammad bin Salman dalam mengambil langkah-langkah penting dalam Aksi Islam secara bersama demi kepentingan umat.

    Dr. Yousef Al-Othaimeen juga menyebutkan pencapaian internal dan eksternal yang dicapai oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman di masa lalu, yang terbaru adalah keberhasilan besar yang dicapai oleh KTT Arab-Islam di Riyadh.

    Al-Othaimeen berdoa kepada Allah untuk melindungi Khaadimul Haraamain asy Syariifain dan Putra Mahkota dalam pelayanan agama, bangsa, dan umat Islam pada tahap kritis ini dalam sejarah umat Islam.[IZ]

     



    from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/06/28/oki-sambut-baik-diangkatnya-pangeran-muhammad-bin-salman-sebagai-putra-mahkota/
    via IFTTT

    ,

    MAKKAH, (Panjimas.com) – Umat Islam dari berbagai negara Arab dan negara-negara muslim melakukan ibadah Shalat Idul Fitri pada Ahad pagi, menurut pantauan International Islamic News Agency.

    Di Arab Saudi, Khaadimul Haraamain asy Syariifain, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud menunaikan shalat Idul Fitri di Makkah bersama para jamaah yang memadati Masjidil Haram dan halaman-halamannya.

    Masjid Nabawi di Madinah juga melayani ribuan jamaah, termasuk warga negara Saudi, penduduk setempar, dan peziarah Umrah dari seluruh dunia.

    Sholat Idul Fitri di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun disiarkan secara langsung di beberapa saluran televisi Saudi.

    Dalam khotbah Idul Fitrinya, Imam Masjidil Haram Sheikh Salih bin Humaid mengucapkan selamat kepada umat Islam pada hari Idul Fitri yang diberkati, serta bermunajat kepada Allah SWT untuk menerima amalan-amalan mereka selama Ramadhan.

    Sheikh Salih bin Humaid menekankan pentingnya mendidik kaum muda tentang sifat Islam dan toleransi, serta menanamkan cinta pada negara dan penguasa mereka di dalam hati dan pikiran mereka.

    Sheikh Salih bin Humaid juga menekankan bahwa keamanan negara adalah garis merah yang tidak boleh terancam.[IZ]

    from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/06/28/raja-salman-sholat-ied-di-masjidil-haram/
    via IFTTT

    ,

    JAKARTA, (Panjimas.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhammad Fauzi,  mendesak Penegak Hukum untuk  memproses secara transparan dan akuntabel kasus Hary Tanoesoedibyo (HT) atas dugaan sms ancaman terhadap penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom.

    Muhammad Fauzi dalam rilisnya mengatakan, bahwa sms yang dilakukan oleh Hary Tanoesoedibyo terhadap Yulianto, penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menunjukan arogansi Hary Tanoesoedibyo sebagai seorang politisi dan selaku Ketua Partai, seolah-olah dapat menyelesaikan kasus dugaan korupsi dan persoalan hukum dengan cara-cara di luar hukum.

    HMI MPO menilai bahwa sms Hary Tanoesoedibyo terhadap penyidik kejaksaan Agung merupakan bentuk kepanikan Hary Tanoesoedibyo. Sikap seperti itu memperlihatkan kemungkinan keterlibatannya dalam kasus korupsi Restitusi Pajak PT Mobile 8 Telecom 2007-2009.

    “Ya, cara seperti yang dilakukan oleh Hary Tanoesoedibyo sungguh tidak patut, dan tidak menghargai proses hukum, biasanya politisi menempuh cara-cara seperti itu, karena ingin menunjukan pengaruhnya, karena takut menghadapi proses hukum, ungkapnya, Senin (26/6).Lebih lanjut Pria yang disapa Fauzi ini, mempersoalkan kenapa Hary Tanoesoedibyo melakukan komunikasi dengan penyidik.

    HMI berharap Kejaksaan Agung segera memproses kasus dugaan korupsi Restitusi Pajak PT Mobile 8 Telecom 2007-20O9, pihak Kepolisian juga harus segera menuntaskan kasus sms ancaman terhadap penyidik Jampidsus, HMI melawan segala upaya yang menghambat proses pemberantasan korupsi di bumi pertiwi ini. [RN]

    from Panjimas http://www.panjimas.com/news/2017/06/28/hmi-mpo-desak-penegak-hukum-tuntaskan-kasus-hary-tanoesoedibyo/
    via IFTTT

    , ,

    KONFRONTASI-Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menyakini masalah tarik ulur besaran ambang batas pencalonan presiden atau presidensial threshold bisa terselesaikan dengan musyawarah.

    Menurutnya, permasalahan Rancangan UU Pemilu tidak akan selesai jika masing-masing partai yang menginginkan presidensial threshold 10 persen atau 20 persen tetap ngotot dengan pendiriannya.

    "Jadi harus tarik ulur, harus ada kurang lebih. Ya mungkin presiden threshold-nya 20 persen, mungkin parlement treshold-nya sedikit berdamai masalah Dapil, jumlah Dapil, saya kira kompromi saja. Apa sih yang nggak bisa selesai dengan musyawarah mufakat. Jadi tidak perlu ada yang harus keras kepala, memaksakan kehendaknya," ungkap Mahyudin saat ditemui di kediamannya Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (26/6).

    Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu juga menilai agar musyawarah berjalan dengan lancar, pemerintah juga harus bisa melunak dengan tidak bersikukuh agar presidensial threshold bertahan di angka 20 persen kursi atau 25 persen suara nasional.

    Menurutnya, jika pemerintah masih bertahan di angka tersebut, pembahasan Rancangan UU Pemilu bakal menemui jalan buntu alias deadlock. Apalagi jika pemerintah mengelar forum

    "Kalau saya sih maunya jangan sampai deadlock di paripurna. Bisa selesai di tingkat pansus saja. Tapi kalo saya pribadi, harusnya pemerintah jangan terlalu kaku harus ada tarik ulur juga," ujar Mahyudin.

    Diketahui, sejauh ini pemerintah bersikeras agar presidensial threshold tak berubah, yakni 20 persen kursi atau 25 persen suara sah nasional. Keinginan itu didukung oleh tiga partai pendukung pemerintah yakni, PDI Perjuangan, Partai Golkar dan Partai Nasdem.

    Sementara PPP, PAN, PKB dan Partai Hanura yang merupakan partai pendukung pemerintah lainnya menginginkan besaran presidensial threshold diturunkan berkisar di angka 10-15 persen.

    Sikap ini didukung oleh dua partai oposisi yakni PKS dan Partai Gerindra. Untuk Partai Demokrat mengiginkan presidensial threshold dihapus alias nol persen.[mr/rmol]

    Category: 


    from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/soal-presidensial-threshold-pemerintah-jangan-terlalu-kaku
    via IFTTT

    , , ,

    Karena tersebar berita liar, bahkan fitnah tentang tertangkapnya Dr. Daud Rasyid Sitorus di Amerika, maka saya merasa perlu memberikan klarifikasi. Semoga ini bisa mengembalikan masalahnya ke posisi yang sesungguhnya.

    Entah kapan isu Daud Rasyid selesai dihubungkan dengan saya. Nama saya selalu diseret, sejak awal kedatangannya, kekisruhan yang dilakukannya di masjid Al-Hikmah milik warga Indonesia, hingga ditangkapnya oleh ICE (kepolisian Imigrasi Amerika). 

    Sejak tanggal 16 Mei lalu status Dr. Daud Rasyid sebagai pekerja agama dengan visa R1 telah dicabut imigrasi Amerika. Maka sejak itu pula yang bersangkutan telah berada dan kerja secara ilegal di Amerika Serikat.

    Biasanya sesuai aturan yang bersangkutan punya waktu 10 hari untuk "challenge" di pengadilan atas pembatalan visanya. Setelah selesai masa 10 hari yang bersangkutan menunggu nasib dari imigrasi. Kalau bernasib baik bisa tinggal seperti banyak orang ilegal di Amerika. Tapi jika tidak, maka dia akan ditangkap dan dideportasi.

    Pembatalan visa R1 Dr. Daud Rasyid dilakukan oleh pengurus masjid Al-Hikmah karena yang bersangkutan sebagai pegawai masjid tidak mengakui kepengurusan. Bahkan merasa bahwa dia yang berkuasa dan semua harus tunduk kepada aturannya. Saya sendiri bukan bagian dari pengurus. Sehingga tidak punya urusan sama sekali dengan pembatalan visa ini.

    Karena sikap Daud Rasyid yang menolak kepengurusan masjid, maka terjadi konflik antara dirinya dan pengurus. Pada akhirnya pengurus mengambil keputusan untuk memberhentikan yang bersangkutan. Hal ini telah dilakukan tiga kali. Tapi Dr. Daud Rasyid malah semakin menjadi-jadi dengan secara sepihak mencoret-coret karpet masjid dengan alasan kiblat masjid Al-Hikmah tidak benar. 

    Tapi nampaknya yang menjadikan Daud Rasyid tertangkap oleh imigrasi adalah karena dia sendiri beberapa kali memanggil polisi jika merasa dilawan oleh pengurus masjid. Juga karena seringkali  kekisruhan-kekisruhan yang sering kali terjadi di masjid. Sikap dia yang terbukan menantang pengurus, dan dalam posisi ilegal (iut of status) itulah yang menjadikan polisi imigrasi menangkapnya.

    Tidak seperti yang berkembang di luar bahwa yang bersangkutan dilaporkan. Pihak imigrasi tidak akan mudah menangkap seseorang dengan sekedar laporan status ilegal. Ada jutaan orang yang tinggal ilegal di Amerika.  Tapi seperti saya katakan nampaknya karena kekisruhan-kekisruhan di masjid yang seringkali melibatkan polisi.

    Tuduhan mengenai KJRI dan KBRI tidak membantu juga tidak benar. Malah pihaknKJRI langsung menengok dan membantu urusan kekonsuleran. Itu tanggung jawab KJRI. Tidak mungkin KJRI bisa dipengaruhi oleh warga biasa seperti saya. 

    Saya yakin Dr. Daud Rasyid akan dipulangkan dalam waktu dekat. Tapi itu kalau yang bersangkutan memilih pulang. Kalau berkeras memilih ingin masuk pengadilan maka boleh jadi bisa ditahan hingga berbulan-bulan. KJRI dalam hal ini saya yakin berusaha meyakinkan yang bersangkutan untuk pulang. Semoga tidak ada yang membisikkan sebaliknya.

    Sekali lagi, saya tidak ada urusan dengan penangkapan Daud Rasyid. Pemecatan dan pemberhentian visa R1 adalah keputusan pengurus masjid. Tapi penangkapannya murni ada di tangan ICE (kepolisian imigrasi Amerika). 

    Ada berita miring kalau Daud Rasyid ditangkap karena laporan jika dia radikal. Itu sama sekali tidak benar. Pertama, radikal di Amerika selama masih dalam pemkiran tidak dimasalahkan. Kedua, kalau isu ini dasar penangkapannya maka bukan imigrasi yang menangkapnya. Tapi pihak FBI atau badan intelijen keamanan dalam negeri Amerika.

    Bagi yang ingin tahu hal sebenarnya dapat menghubugi pengurus masjid langsung. Presiden masjid Yahya Hasan ( +1 (347) 739-3304) atau Chairman Aji Jumena: (917) 319-5265.

    Atau juga bisa menghubungi bidang kekonsuleran KJRI New York untuk kejelasan lebih jauh. 

    Sekali lagi saya tidak ada urusan dengan penangkapan Daud Rasyid. Walau memang saya akui kalau masjid Al-Hikmah selalu identik dengatn saya. Karena memang dari awal saya ikut terlibat membesarkannya.

    Wassalamu alaikkum wr. Wb.

    Imam Shamsi Ali

    Tags: 
    Category: 


    from Opini https://www.konfrontasi.com/content/opini/penuturan-imam-shamsi-ali-perihal-penangkapan-dr-daud-rasyid-di
    via IFTTT


Ke atas
close